JAKARTA,Teropongnewsid – Menteri Pertahanan Jenderal TNI (HOR) (Purn) Prabowo Subianto menerima penghargaan berupa pin emas dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) atas dedikasinya menjaga demokrasi.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, dan diterima oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Sujono Djojohadikusumo pada Peresmian Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Auditorium RRI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2024).
Firdaus yang juga anggota dewan penasihat Formas mengungkapkan, SMSI memberikan penghargaan tertinggi ini karena selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto tidak pernah melakukan intimidasi terhadap media.
“Sikap ini dinilai penting dalam mendukung kematangan pers sebagai pilar keempat demokrasi, sehingga proses transformasi demokratisasi di Indonesia dapat berlangsung dengan baik,” kata Firdaus saat menyerahkan pin emas kepada Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik bungsu Prabowo Subianto.
Sebagai Menteri Pertahanan yang juga Ketua Dewan Pembina sebuah partai politik, Prabowo dinilai selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Kebijakan dan tindakannya dianggap berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa, sehingga potensi keterbelahan dapat dihindari.
“Keteladanan Prabowo dalam penegakan demokrasi di Indonesia patut diapresiasi dan dijadikan standar bagi bangsa ini dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Firdaus. (*)
SERANG, teropingnews.id – Pendukung Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Provinsi Banten yang tergabung dalam organisasi Bolonemase, mengapresiasi sejumlah tokoh muda lantaran berani maju dalam Pilkada serentak tahun ini.
Seperti diketahui, beberapa tokoh muda mencalonkan diri -baik di pemilihan bupati/walikota maupun gubernur.
Kendati secara spesifik Bolonemase Korwil Banten belum mengeluarkan sikap resmi akan mendukung pasangan siapa, namun gagasan dan ide para relawan termaktub di dalam diri anak muda yang maju di Pilkada serentak.
“Anak muda saat ini masih fresh pikirannya dan cenderung memiliki ide ide cemerlang. Mereka masih terbebas dari kepentingan kepentingan,” terang Koordinator Wilayah (Korwil) Bolonemase Banten MS Aditya, di kediamannya, Rabu (31/07/2024).
Menurut pria yang kerap disapa Sigit ini, Bolonemase Banten masih menunggu instruksi resmi dari Koordinator Nasional (Kornas) Kuat Hermawan Santoso dalam menghadapi gelaran pilkada serentak. Namun demikian, lanjut Sigit, Bolonemase cenderung mendukung anak muda yang maju di Pilkada serentak.
Sigit kemudian memberikan contoh momen Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka bersama bakal calon wali kota Tangerang, Faldo Maldini yang blusukan ke Kota Tangerang, Selasa (30/7/2024). Mereka membagikan susu dan buku kepada warga. “Silakan saja diinterpetasikan. Bukankah itu sebagai sebuah bentuk dukungan?,” tukas Sigit meyakinkan.
Seperti diberitakan, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka didampingi bakal calon wakil walikota Tangerang Faldo Maldini, membagikan buku dan susu kepada masyarakat di Cipondoh, Selasa (30/07/2024). Gibran yang menjadi ikon Bolonemase menjadi magnet bagi kaum muda dan milenial dan contoh terbaik bahwa anak muda bisa menjadi pemimpin.***
Dedikasi dan Integritas Benny Mamoto Berbuah Anugerah Spirit Pers Indonesia dari SMSI
JAKARTA,Teropongnews.id – Irjen Pol (Purn) DR Benny Josua Mamoto, seorang tokoh yang telah lama berkecimpung di dunia kepolisian dan reserse, dikenal karena integritas, kecerdasan, dan keberanian dalam menangani kasus-kasus besar, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagai mantan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional dan kini Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memperjuangkan transparansi dan profesionalisme kepolisian. Kisah hidupnya yang penuh prestasi, mulai dari memimpin operasi pembebasan sandera hingga mengawal kasus-kasus mangkrak, menginspirasi banyak orang untuk menjaga nilai-nilai keadilan dan kejujuran dalam penegakan hukum. Atas dasar itu Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memberikan Anugerah Inspirasi Pers kepadanya. Anugerah diserahkan pada Rakernas SMSI 2024 di Hotel The Jayakarta, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
Nama Benny Josua Mamoto alias Benny Mamoto telah lama dikenal dalam dunia kepolisian dan reserse. Pria kelahiran Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, pada 7 Juni 1955 ini, pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional.
Selepas pensiun, Benny Mamoto bergabung dengan Kompolnas dan kini menjabat sebagai Ketua Harian Kompolnas. Karirnya cemerlang, terutama di bidang antiteror Densus 88 serta reserse lainnya.
Ia pernah menduduki sejumlah jabatan penting, seperti Kepala Unit I/Keamanan Negara-Separatis, Dit I Bareskrim Polri (2001), Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006), Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007-2009), Direktur Badan Narkotika Nasional (2009-2012), hingga Deputi Pemberantasan Narkotika BNN (2012-2013).
Benny Mamoto juga terlibat dalam berbagai penyelidikan kasus besar, termasuk pembunuhan Beng Seng di Hongkong dan Shenzhen, kasus perbankan di Hongkong, kasus BLBI di Los Angeles, serta penyelidikan kasus teror di berbagai negara seperti Prancis, Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Afghanistan, dan Pakistan. Ia juga memimpin operasi pembebasan sandera di Filipina dan menjadi anggota Tim Pemburu Koruptor serta Tim Pembebasan Sandera Departemen Luar Negeri.
Dikenal sebagai figur yang bersih, santun, cerdas, dan bersahaja, Benny Mamoto memiliki segudang prestasi di kepolisian. Di tangannya, Kompolnas berupaya memperkuat citra dan kinerja Kepolisian Indonesia agar lebih profesional dan dicintai rakyat.
Sebagai Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto belakangan mengawal kasus Vina Cirebon. Kasus kematian Vina dan Eky yang telah mangkrak selama delapan tahun, mendapat perhatian serius dari Benny Mamoto. Ia menyoroti tindakan penyidik Polda Jabar yang meminta sidik jari Pegi Setiawan di kertas kosong, yang dianggapnya tidak transparan.
“Transparansi itu sangat penting. Seperti pengambilan sidik jari di kertas, saya sebagai mantan penyidik bingung, kok di kertas? Biasanya, sidik jari diambil oleh Inafis yang secara teknis tahu tujuannya dan perlu dijelaskan,” ungkapnya.
Benny Mamoto juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses penanganan kasus Vina sampai di persidangan. “Kami melakukan supervisi penanganan perkara sesuai tugas kami. Kami sudah mendengar penjelasan dari penyidik, dan marilah kita tunggu hasilnya di sidang pengadilan,” ujarnya.(**)
Teguh Dalam Menegakkan Kebenaran Hukum dan Nurani, Taufiequrachman Ruki Terima Anugerah Spirit Pers Indonesia dari SMSI
JAKARTA,Teropongnews.id – Keteguhan dalam menegakkan kebenaran hukum dan nurani yang dipegang oleh Irjen (Purn) Drs. Taufiequrachman Ruki, SH, menginspirasi banyak pihak sehingga Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memberikan Anugerah Spirit Pers Indonesia kepadanya. Penghargaan ini diserahkan pada Rakernas SMSI 2024 di Hotel The Jayakarta, Selasa 30 Juli 2024.
Taufiequrachman Ruki, lahir di Rangkasbitung, Banten, pada 18 Mei 1946, memulai karier sebagai perwira polisi yang kemudian berujung pada peran penting sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di masa jabatannya sebagai Ketua KPK periode pertama, Taufiequrachman menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi konflik, baik dengan pihak kepolisian maupun internal KPK.
Pada Februari 2015, ia kembali diminta untuk menjabat sebagai Ketua Sementara KPK menggantikan Abraham Samad yang terlibat konflik dengan Polri. Taufiequrachman berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam berkoordinasi dengan Polri, yang menurutnya adalah kunci keberhasilan tugas-tugas KPK.
Sepanjang kariernya, Taufiequrachman telah menorehkan banyak prestasi. Lulus sebagai lulusan terbaik dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1971, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta, dan meraih gelar sarjana hukum pada tahun 1987.
Berbagai jabatan penting pernah diembannya, mulai dari Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Cianjur dan Tasikmalaya hingga Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Malang. Setelah masa Reformasi, ia merambah dunia politik sebagai anggota DPR RI dari Fraksi TNI-Polri dan kemudian terlibat dalam pembentukan KPK.
Selain kiprahnya di KPK, Taufiequrachman juga aktif dalam dunia politik, menjadi Ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 2016. Prestasi dan dedikasinya dalam berbagai bidang menjadikannya sosok yang dihormati dan diakui banyak pihak. Penghargaan dari SMSI ini menjadi bukti nyata atas kontribusi dan inspirasi yang telah ia berikan bagi masyarakat dan negara.
Riwayat Hidup Singkat
Nama: Irjen (Purn) Drs. Taufiequrachman Ruki, SH
Lahir: Rangkasbitung, Banten, 18 Mei 1946
Istri: Atti Risaltri Suriagunawan
Anak: Dita Aditya Ruki, SE dan Ulli Aulia Ruki
Pendidikan
SD, Tanjung Karang, 1959
SMP, Bandung, 1962
SMA, Rangkasbitung, 1965
Akademi Kepolisian (Akpol), 1970
Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), 1978
Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta, 1987
Karier
Komandan Peleton Taruna Akpol, 1970 – 1971
Perwira Staf Bagian Operasi Polwil Purwakarta, 1971 – 1972
Kepala Kepolisian Sektor Kelari Polres Karawang, 1974 – 1975
Kepala Kepolisian Resort Cianjur, 1989 – 1991
Kepala Kepolisian Resort Tasikmalaya, 1991 – 1992
Anggota DPR RI, 1992 – 2001
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 2003 – 2007
Plt. Ketua KPK, 2015
Penghargaan
Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV Tahun
Satya Lencana Dwija Sistha
Bintang Bhayangkara Narariya
Bintang Bhayangkara Pratama (*)
Patroli KYRD, Kasat Reskrim Polres Serang: Kita Himbau Masyarakat Soal Bahaya Judol, Bukan Cek Hp
SERANG,teropingnews.id | Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES Menjelaskan terkait giat razia judi online atau judol yang dilakukan oleh pihak kepolisan dari Polres Serang dengan cara mengecek handphone milik warga sipil di tempat umum pada Sabtu (27/7) malam.
Andy menjelaskan, giat patroli skala besar KRYD pada saat itu bukan untuk mengecek handphone milik warga sipil akan tetapi anggota lebih memberikan himbauan tetang bahayanya aktivitas judi online.
“Bukan mengecek Hp milik warga sipil lalu anggota membuka hp milik warga dan dilakukan pengecekan di hpnya, tetapi lebih memberikan himbauan larangan bahayanya main judi online tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES, Minggu (28/7/24).
Lanjut Andy Kurniady ES menegaskan, kegiatan pada Sabtu (27/7) malam itu bukan menrazia hp milik warga tetapi lebih mensosialikan tentang bahaya judol kepada masyarakat.
“Giat patroli itu lebih kepada memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya judi online, dan anggota di lapangan menunjukkan stiker larangan dan 7 bahayanya judi online serta sanksi pidana bagi yang melakukannya, jadi anggota giat patroli KRYD pada malam Sabtu itu bukan Razia Hp,” jelasnya.
Bukan hanya itu, Polres Serang melalui Polsek jajaran juga sudah menebar stiker kesetiap-tiap tempat yang kerap dikunjungi oleh masyarakat seperti Indomart, Alfamart dan Warung kopi atau Cafe tempat para anak muda nongkrong.
“Melalaui Bhabinkamtibmas, Stiker tentang bahayanya judol ini sudah dilakukan penempelan di setiap Sekolah, tempat belanja atau supermarket, Cafe dan tempat yang kerap dijadikan anak-anak muda nongkrong,” terangnya.
Terakhir, Kasat Reskrim Polres Serang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam memerangi judi online dengan melaporkan kegiatan yang mencurigakan dan mengedukasi orang-orang di sekitar mereka tentang risiko yang ditimbulkan.(**)
Warga Perumahan Taman Nusa Raya RT/RW 03 Drangong Taktakan kembali Benahi Jalan.
Serang,teropongnews.id- Taktakan-Warga Perumahan Taman Nusa Raya RT/RW 03 Drangong Taktakan Kota serang kembali membenahi jalan Perumahan dengan rigit beton secara swadaya.
Warga Perumahan Taman Nusa Raya tidak pernah lelah selalu melakukan perbaikan jalan,beberapa tahun lalu warga telah memperbaiki jalan dengan cara rigit beton sepanjang 1200 Meter persegi, kali ini warga kembali merigit jalan tepatnya di gerbang pintu masuk Perumahan taman Nusa Raya sepanjang 25 M dengan lebar jalan 6 M.
Perbaikan jalan itu dilakukan dikarenakan banyaknya jalan yang berlubang dan jembatannya sudah berlubang, “Semua ini swadaya warga Perumahan Taman Nusa Raya, karena jikalau menunggu pengembang kemungkinan akan lama, sedangkan jalan sudah rusak, takut ada yang jatuh atau kalau ibu hamil muda kan bisa keguguran, ” Terang Ketua RT 03 Perumahan Taman Nusaraya yang diketahui bernama Muhammad Deni.
Deni juga menambahkan bahwa dalam swadaya ini tidak ada paksaan untuk membantu, “ya seikhlasnya saja, kita juga tidak bisa memaksa, keihlasan hati saja, jikalau kita ikhlas insya allah lelah kita ini menjadi lilah, ” Ya mau bersedekah 5 ribu sampai 25 juta juga kami Terima, asalkan ikhlas dan tidak terbebani, karena siapa lagi kalau bukan warga sendiri yang membenahi, apa nunggu sampai ada yang kecelakaan dulu baru di benahi, dosa kita membiarkan itu, ya itu tadi tergantung keikhlasan hati, semua insya allah akan berjalan dengan baik dan lancar, “Kata Muhammad Deni yang diketahui juga sebagai Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pasar Lama Kota serang pada wartawan.(**)
Oleh: Efriza, Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus, dan Owner Penerbitan
Serang,teropongnews.id- PEMILIHAN Kepala Daerah (PIlkada) di Banten menghadirkan pertanyaan di benak publik kala melihat fakta Airin Rachmi Diany belum punya pasangan calon dan tersisa dua partai politik saja yakni partainya sendiri Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan partai-partai lain yang memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten sudah menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon Andra Soni dan Achmad Dimyati Natakusumah.
Akibat dua dukungan di Koalisi Indonesia Maju (KIM) terhadap dua nama calon yakni Andra Soni dan Airin menimbulkan polemik bahwa KIM terpecah karena ketidakakuran pilihan antara Partai Golkar dan Partai Gerindra sebagai partai politik tempat bernaungnya Airin dan Andra Soni. Tulisan ini ingin menguraikan dinamika politik di Pilkada Banten.
Airin Tak Dipilih Saat ini Airin dalam Pilkada 2024 tampak tak memikat partai-partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Provinsi Banten. “Koalisi Gemuk” dikuasai oleh Andra Soni-Dimyati dengan didukung oleh partai-partai politik dari reprsentasi KIM dan di luar KIM.
Pasangan Andra Soni-Dimyati dari KIM didukung oleh Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sedangkan di luar partai-partai politik yang berada di KIM adalah Partai Koalisi Kebangsaan (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dengan didukng penuh oleh 7 partai politik yang berada di KIM maupun di luar pemerintahan terkesan menunjukkan Airin ditinggal bahkan diabaikan. Airin yang merupakan representasi politik dari Dinasti Politik keluarga Ratu Atut tampak tak lagi diminati. Mengesankan pula ada upaya partai-partai politik itu sedang melawan kekuatan dinasti politik di Banten.
Secara hitungan matematika dari kekuatan basis massa konstituen partai dan berdasarkan hasil perhitungan suara pemilih tampak koalisi besar akan menunjukan dengan mudah pasangan Andra-Dimyati menang melawan Airin. Hal itu menunjukan memang mudah jika sekadar menyatakan akan kemenangan Andra jika melihat hasil pemilihan umum (pemilu) serentak 2024 kemarin. Namun realitasnya tidak sederhana seperti diuraikan diatas.
Sebab, meski Airin dengan Golkar belum punya mitra koalisi, hanya tersisa PDIP yang belum menentukan pilihan. Tetapi diyakini Pilkada Banten tidak akan terjadi Pilkada dengan calon tunggal. Disisi lain, meski Airin “di kepung” tetapi dapat dipastikan Pilkada Banten persentase kemenangan Andra-Dimyati tidak akan membesar, sebab ini adalah wilayah dinasti politik dari keluarga besar Airin.
Airin Tetap Kuat di Banten.
Fakta menunjukkan Airin tetap kuat ketimbang Andra dalam sisi survei elektabilitas. Nyatanya, Airin memuncaki hasil Survei Pilkada Gubernur Banten sebesar 38,3 persen. Sedangkan Andra Soni tidak menempati survei elektabilitas. Andra kalah dengan Wahidin Halim eks Gubernur Banten 2017-2022 dengan elektabilitas 18,1 persen dan eks Gubernur Banten 2005-2017 Rano Karno dengan 16,5 persen. Sedangkan Achmad Dimyati Natakusumah sebagai wakilnya hanya memperoleh 3,7 persen.
Ini menunjukkan Airin hanya kalah dari sisi dukungan partai, dan hitungan dari konstituen dan basis pemilih partai politik pada hasil pemilu serentak 2024 kemarin saja. Tetapi jika melihat kecenderungan hasil survei elektabilitas maka Airin masih memuncaki. Ingat survei elektabilitas di Pilkada ini adalah cerminan pernyataan langsung dari masyarakat Banten saat ini bukan pada Februari 2024 lalu yang merupakan hasil pemilu serentak 2024.
Pilkada Banten juga patut dipahami bahwa Airin ini bagian dari keluarga dinasti Atut yang menguasai Banten. Pemilih di Banten sudah jelas amat sulit untuk berpaling dari keluarga dinasti Airin. Meski Dinasti Politik dianggap tidak baik bagi kalangan akademisi kampus, tetapi keluarga Atut/Airin ini tetap bagi masyarakat dinilai baik dan patut melanjutkan kepemimpinannya di Banten.
Airin tentu saja juga tenang meski dikepung oleh partai-partai politik karena koalisi PDIP-Golkar juga masih memenuhi syarat pencalonan pasangan gubernur-wakil gubernur di Pilkada Banten. Apalagi jelas koalisi PDIP-Golkar juga pernah terbukti menang dan memerintah di era Ratu Atut-Rano Karno.
Malah fakta miris sebenarnya adalah KIM bukan terpecah dalam dua pasangan caalon gubernur-wakil gubernur di Pilkada Banten, tetapi Andra Soni hanya sebuah upaya nyata dari Gerindra yang menyadari sulit mengalahkan dinasti politik Airin dan keluarganya namum ini kesempatan untuk menghadirkan kadernya agar diperhitungkan di perpolitikan Banten.
Memungkinkan Andra Soni hanya meramaikan perpolitikan Banten saja, tetapi untuk memenangkan sekaligus menjungkalkan keluarga dinasti Atut rasanya masih terlalu jauh impian tersebut. Sebab, harus diakui Banten itu unik, masyarakatnya memahami dinasti politik itu buruk tetapi kenyataannya masyarakat Banten sebagai pemilih masih memilih keluarga Atut, dan dapat dianggap dengan menggunakan Bahasa Sarkas, Dinasti Politik Keluarga Atut Dibenci Sekaligus Dicinta Oleh Masyarakatnya.
Ini fakta yang miris, Banten dicengkram dinasti politik, tetapi di lain pihak masyarakat sudah mahfum dengan kondisi mereka. Sehingga, masih sangat sulit menjungkalkan Dinasti Politik Atut, tetapi kesempatan Andra Soni untuk melesatkan namanya dalam jajaran representasi politik baru yang patut diperhitungkan dalam dinamika politik di Banten. (*)
BPBD Banten Akan Bangun Gedung Baru Lengkap Dengan Sistem Aplikasi Terintegrasi
SERANG,teropongnews.id – Pusdalops BPBD Banten akan mengupgrade dengan pembangunan gedung baru, peralatan canggih, dan sistem terintegrasi.
Hal ini diungkapkan oleh Plh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banten, Juli Kristanto, usai rapat koordinasi terkait pengelolaan sistem informasi kebencanaan di delapan kabupaten/kota di Banten.
“Kita membahas tentang SOP Pusdalops dan akan meningkatkan koordinasi antar BPBD kabupaten/kota. Rencana kita juga akan membangun fasilitas gedung Pusdalops baru dengan peralatan pendukungnya, dan juga meningkatkan SDM nya agar informasi data terkait kebencanaan di daerah kota/kabupaten bisa terintegrasi ke BPBD Provinsi dan juga pusat nasional,” ujarnya.
Upgrade ini tak hanya meningkatkan infrastruktur, tetapi juga kapasitas SDM. “Setelah gedung pusdalops baru sudah dibangun maka nanti akan ada peningkatan kapasitas SDM dan alat-alatnya dengan dilengkapi aplikasi Sistem Manajemen Pusdalops (SIMAMPU),” jelas Riswandi, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi Badan Penanggulangan Bencana BNPB.
Ia menjelaskan aplikasi SIMAMPU akan menghubungkan seluruh BPBD di Indonesia, memungkinkan pengambilan keputusan dan analisis situasi bencana yang lebih cepat dan terpusat.
“Jadi Pusdallops ini diharapkan dapat mengambil suatu keputusan atau analisis cepat terkait informasi situasi dan kondisi kebencanaan untuk disampaikan ke pimpinan di provinsi Banten dan juga disampaikan terpusat di nasional. Sehingga lebih cepat pengendaliannya dalam mengambil keputusan. Jadi kita harus memanfaatkan teknologi yang terbaru dan ada, jadi kita bisa lebih responsif,” tambah Riswandi.
BPNB akan membangun gedung dan sistem aplikasi ini di lima titik di Banten, yaitu di BPBD Banten, BPBD Cilegon, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Pandeglang, dan BPBD Kabupaten Lebak. terkait anggaran untuk proyek ini, pihaknya belum bisa menyebutkan secara rinci. “Namun dipastikan jauh di bawah Rp 100 miliar.Dan mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dibangun,” ujarnya.
Ia berharal dengan upgrade ini, diharapkan penanganan bencana di Banten akan semakin efektif dan efisien. “Sehingga mampu menyelamatkan lebih banyak jiwa dan harta benda,”ujarnya.(Advetorial)
Jakarta, Teropongnews.id : Lembaga Mahasiswa dan Front Mahasiswa Universitas Prof. Dr.Moestopo gelar deklarasi Mosi Tidak Percaya terhadap ketua dan pengurus Yayasan UPDM (B), terkait dugaan penggelapan dana dan aset milik Yayasan Universitas Prof.Dr.Moestopo, Jumat (19/4/24)
Deklarasi Mosi Tidak Percaya ini, setelah melewati perjalanan panjang untuk menyuarakan sebuah fakta kebenaran yang dilakukan oleh lembaga Mahasiswa dan Front Mahasiswa 2024, sehingga ditetapkan dan ditangkapnya Ketua Pengurus Yayasan UPDM (B) oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka dugaan penggelapan dana dan aset milik Yayasan Universitas Prof Dr Moestopo tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi upaya dari Polda Metro Jaya yang telah mampu mengusut tuntas dalam kasus ini. Terima kasih kepada penyidik Polda Metro Jaya yang telah membuat terang kecurigaan kami, dengan memeriksa dan mengembangkan kasus hingga ditetapkannya Ketua Pengurus Yayasan UPDM (B) sebagai tersangka,” ungkap Caca, juru bicara Lembaga Mahasiswa dan Front Mahasiswa 2024.
Dia juga mengungkapkan, kecurigaan di kalangan mahasiswa selama ini terjadi serta disuarakannya untuk melaporkan guna mengusut tuntas oleh aparat hukum. “Hal ini telah dilakukan dalam aksi sebelumnya sejak tanggal 22, 23, dan 29 November 2023 lalu dan terbukti adanya,” katanya.
Selain itu Lembaga Mahasiswa dan Front Mahasiswa 2024 meminta diterapkannya terkait dengan status Yayasan UPDM (B).
Karena hal ini berdasarkan dalam Pasal 27 tentang Tugas dan Wewenang Pengawas ayat (1) dan ayat (3) yang menjelaskan,
Ayat (1) Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas pengawasan untuk kepentingan pengawasan.
Ayat (3) Pengawas dapat memberhentikan untuk sementara 1 orang atau lebih Pengurus, apabila Pengurus tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan atau Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku.
“Atas dasar tersebut, kami sangat menyayangkan bahwa dalam prosesnya, yaitu pada beberapa bulan kebelakang ini diduga Ketua Pengawas Yayasan UPDM (B) telah melakukan pembiaran terhadap segala tindak-tanduk Ketua Pengurus Yayasan UPDM (B) dan pembiaran saat Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Pengurus Yayasan UPDM(B) sebagai tersangka,’ herannya.
Selain itu, pihak Lembaga Mahasiswa dan Front Mahasiswa 2024 juga, menganggap Ketua Pembina Yayasan UPDM (B) tidak cakap dan tidak mampu dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya. “Hal ini juga, diduga telah melakukan pembiaran terhadap penetapan tersangka Ketua Pengurus Yayasan UPDM(B) oleh Polda Metro Jaya, serta meminta pengunduran diri dari jabatannya,’ jelasnya.
Adanya kejadian tersebut, Lembaga Mahasiswa dan Front Mahasiswa 2024 mendeklarasikan Mosi Tidak Percaya terhadap seluruh organisasi Yayasan yang ada saat ini. “Kami menuntut keras untuk segera dilakukan tindakan hukum dan peraturan yang berlaku demi keberlangsungan kampus UPDM (B),’ ujarnya.
Lanjut Caca, pihaknya berharap kasus ini juga dapat dituntaskan.
“Dan kami akan bersama pihak polda Metro Jaya dalam mengawasi segala prosesnya,’ tandasnya (*/Ist)
