Banyak Poktan Tidak Taat, Combine Harvester Pinjaman Kementan Rusak

Banyak Poktan Tidak Taat, Combine Harvester Pinjaman Kementan Rusak

SERANG, teropongbanten.id – Combine harvester (alat panen padi) pinjaman pemerintah pusat saat ini banyak yang rusak, padahal saat ini Banten sedang mamasuki masa panen.

Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid mengatakan, guna mengatasi masalah tersebut pihaknya akan membuat usulan ke Kementerian Pertanian (Kementan) agar combine dihibahkan ke daerah sehingga ke depan dapat dialokasi biaya perbaikan.

“Kemudian memperbaiki perjanjian pinjam pakai dengan kelompok tani (poktan) yang diusulkan dari kelompok harus ada rekomendasi dari Kadis Pertanian Kabupaten setempat dengan memerhatikan ketersediaan combine yang ada di Brigade Alsintan Kabupaten,” ucap Agus.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Banten, banyak kelompok tani yang tidak menaati perjanjian sehingga banyak alat combine yang rusak sedangkan Dinas Pertanian tidak memiliki biaya perbaikan.

“Perlu ditegaskan di sini pihak dinas melalui Brigade Alsintan tidak memungut biaya untuk menjadi pendapatan daerah. Pihak dinas hanya minta kelompok tani peminjam bertanggung jawab terhadap combine dari kerusakan. Dikirim dalam keadaan baik dan dikembalikan dalam keadaan baik,” tuturnya.

Guna mengevaluasi permasalahan tersebut, kata Agus, saat ini atas arahan Sekda Banten, sementara menunda dahulu pengiriman alat ke kelompok tani. Mengingat dalam perkembangan selanjutnya sedang musim panen raya, banyak kelompok yang mengajukan permohonan pinjam pakai ke dinas provinsi.

“Kondisi ini saya laporkan kepada Pak Sekda selanjutnya arahan dari Pak Sekda dapat dipenuhi permohonan tersebut dengan beberapa syarat seperti si peminjam harus betul-betul kelompok tani yang sangat membutuhkan alat combine,” ucapnya.

Agus juga berharap, apabila penataan pengelolaan ini selesai, diharapkan pemanfaatan alat akan lebih tertib. Dia juga menegaskan, alat combine tidak menjadi sumber pendapatan daerah.

“Segera laporkan kepada kami apabila ada oknum yang mengaku minta uang sewa pakai alat combine atas nama dinas,” ujarnya. (*red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *