Pandeglang, Teropongnews.id– Salah satu pihak dari ahli waris yang juga didampingi kuasa hukumnya, tolak dan sekaligus telah menyatakan siap melakukan upaya melawan pihak Pengadilan Negeri (PN) yang rencana akan lakukan eksekusi tanah yang menjadi rumah tinggal Akhmad, selaku salah satu ahliwaris dari 7 (tujuh) bersaudara lainnya.
Kamis (23-1-2025)
Ahmad, melalui kuasa hukumnya terus mencoba menahan polisi dan pihak pengadilan yang akan menyita dan membongkar paksa rumah tinggal ahli waris serta barang-barang rumah yang diketahui beralamatkan di Kp. Cisero, RT. 001 RW. 06 Desa Kubang Kondang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Proses negosiasi dan upaya perlawanan yang dilakukan Akhmad, beserta pendamping hukum tersebut bahkan sempat diwarnai aksi argumentasi antara keluarga dan pihak kepolisian serta pengadilan, atas dasar yang sudah dilakukan oleh pemohon yang diduga merupakan salah satu oknum dengan telah mengklaim kepemilikan objek tanah yang ditempati Akhmad, selaku ahli waris.
Bukan cuma itu, Fajar, S.H,. yang didampingi langsung rekan LBH yakni Andi Wawan, S.H,. MH,. juga Nurdin, S.H,. selaku kuasa hukum dari waris juga telah menyebutkan pihak ahli waris belum pernah menjual tanah yang saat ini ditempati Akhmad.
“Saya punya bukti bukti dokumen hak milik ahli waris,” kata Fajar, kepada media Cyberinvestigasi.com saat dimintai keterangan nya di TKP, Kp. Cisero, RT. 001 RW. 06 Desa Kubang Kondang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang.
“Dalam hal ini kami juga tidak sedikitpun melemahkan dan menyatakan kesalahan yang dilakukan pihak oknum sebagai pihak dari pemohon yang menggugat, namun faktanya, seperti yang diketahui bersama bahwa jika mengacu pada amar putusan perintah eksekusi tanah yang dimaksud adalah:
*Hal Pemberitahuan Pelaksanaan Eksekusi Perkara Perdata, Nomor. 1/Pdt.Eks/2023/PN Pdi jo. 13/Pdt.G/2020/PN Pdi*
Maka dalam hal ini jelas bahwa pemberitahuan Pelaksanaan Eksekusi Perkara Perdata ini tidak sah!” sebab lokasi yang seharusnya di eksekusi berlokasi di Blok Cisero dengan Persil 20.b
Tutur Fajar, selaku kuasa hukum waris.
Selanjutnya dikesempatan terpisah telah dijelaskan beberapa keterangan warga setempat seperti tokoh masyarakat RT/RW
sekaligus warga masyarakat setempat yang membenarkan bahwa tanah yang ditempati Akhmad, selaku salah satu ahli waris turut memberikan kesaksian bahwa objek lahan yang akan di eksekusi bukan lokasi yang tepat dan sesuai surat perintah eksekusi yang ada.
“Pak, kami selaku RT/RW sekaligus warga setempat siap memberikan kesaksian bahwa lokasi tanah yang saat ini akan dilakukan eksekusi itu adalah lokasi tanah No.c Desa.311 Blok Tegal kalahang Persil.20.a seluas += 2450 M, yang terletak di Kp. Cisero, RT.001 RW.006 Desa Kubang Kondang itu mutlak milik atas nama Akhmad, selaku ahli waris”, pungkas Sukmajaya, selaku ketua RT. 001/006, serta yang juga dibenarkan oleh Dede, RT.002 dan Rohman RT.003, Kp. Cisero, Desa Kubang Kondang, Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang.(**)
Grand Krakatau Serang Bersama RS. Betshaida dan PMI Gelar Acara Peduli Kasih Donor Darah
Kota Serang, Teropongnews.id – Grand Karakatau Serang yang bekerjasama dengan Rs. Bethsaida Cilegon, dan juga PMI Kabupaten Serang, adakan kegiatan donor darah yang kedua kalinya yang berlokasi di Grand Karakatau Hotel, Pakupatan Kota Serang , Banten 20/01/2025.
Dalam kegiatan tersebut pelaksanaanya dimulai kira-kira pukul 14.00 WIB s/d selesai, dan telah dibantu dari beberapa tenaga kesehatan dari dokter maupun perawat yang berasal dari internal RS. Bethsaida juga termasuk bantuan medis PMI Kabupaten Serang dari luar rumah sakit.
Pelaksanaan donor darah yang kedua kalinya di Hotel Grand Karakatau, dan partisipan terdiri dari karyawan, anggota instansi dan masyarakat yang mengikuti informasi kegiatan donor darah ini.
Antusias masyarakat yang berpartisipasi menyumbangkan darahnya adalah sebagai bentuk tanda bahwa, kegiatan ini harus konsisten dilakukan sebagai bentuk upaya positif dalam membantu terpenuhinya kebutuhan darah, yang secara simbolis di serahkan kepada PMI kabupaten Serang.
Seperti yang juga telah dikatakan Perwakilan Grand Karaktau, Exsecutif Assiten Manajer, Riska, dalam menyampaian dirinya membenarkan.
“Ya dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah terobosan sebagai pelopor kepedulian terhadap kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat”, imbuhnya.
Riska, Ia juga menambahkan dan berharap semoga kedepanya bisa bekerja sama dengan instansi terkait demi mendorong kegiatan yang dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat kota Serang.
Begitu juga yang telah di ungkapkan Humas Grand krakatau, dalam wawancaranya menyatakan “Yah, saya sangat mengapresiasi atas respon masyarakat yang telah berpartisipasi menyumbangkan darahnya dalam kegiatan ini, ini adalah merupakan sebagai bentuk kepedulian di sektor kesehatan”, tuturnya
Juga dirinya menyampaikan rasa ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu berjalan nya acara, sehingga kegiatan Donor Darah tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar dari awal hingga selesai.(**)
Serang, Teropongnews.id- PWI Provinsi Banten gelar Rapat pleno yang diadakan di sekretariat PWI Provinsi Banten. Rapat pleno beragendakan santunan anak yatim, penunjukan ketua PWI Kabupaten Tangerang, serta mengenai HPN yang akan diselenggarakan di Riau, Sumatera Bagian Tengah.
Rapat Pleno penunjukan Ketua PWI Kabupaten Tangerang dihadiri oleh Ketua Dewan Penasehat PWI Banten Lesman Bangun, Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid, Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham dan Ketua PWI Kabupaten/Kota di Banten.
Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra mengatakan bahwa penunjukan ketua PWI Kabupaten Tangerang sudah berdarasarkan PD PRT yang berlaku.
“Penunjukan langsung ketua PWI Kabupaten Tangerang sudah berdasarkan PD PRT, dan tidak menyalahi aturan. Selain itu memang ada kekosongan di Kabupaten Tangerang,” kata Rian Nopandra.
Selain itu, Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid juga menambahkan bahwa penunjukan Selly Loamena sudah berdasarkan persyaratan yang berlaku. “Kami menunjuk Selly Loamena untuk menjadi ketua PWI Kabupaten Tangerang selain berdasarkan kesepakatan juga memang yang bersangkutan sudah memenuhi kriteria sebagai Ketua PWI Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham menjelaskan bahwa penunjukan Selly Loamena menjadi Ketua PWI Kabupaten Tangerang adalah hasil pertemuan beberapa waktu lalu di Tigaraksa dalam pembahasan kosongnya jabatan Ketua PWI Kabupaten Tangerang.(**)
CILEGON, Teropongnews.id- Kamis (16/1/24), usai menghadiri peringatan HUT Asita, di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Heru Sudarmanto, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan mengunjungi Sungai Gus Ipul, di Desa Talaga Mancak, Kabupaten Serang.
Kunjungan Heru, disertai oleh Firdaus Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat.
Pada kesempatan tersebut, Heru melihat langsung program revitalisasi Sungai Gus Ipul yang di inisiasi oleh Firdaus Ketua Umum SMSI. Ia pun sempat melihat dokumentasi Sungai Gus Ipul sebelum dan pasca revitalisasi.
Menurut Heru program revitalisasi Sungai Gus Ipul memberi dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
“Program yang saya rasa sangat luar biasa. Kolaborasi antara SMSI dan Kemensos yang langsung menyentuh masyarakat,” pungkas Heru.
Dalam momen tersebut, Heru juga berjanji akan ikut berperan dalam mendongkrak potensi masyarakat Desa Talaga salah satunya sebagai penghasil penganan lokal yaitu emping.
Sementara itu Firdaus mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kadispar Tangsel beserta jajaran ke Sungai Gus Ipul.
Firdaus berharap kunjungan tersebut dapat membawa keberkahan dan kebermanfaatan khususnya guna mendukung program keberlanjutan Sungai Gus Ipul.
Setelah melihat Sungai Gus Ipul dan berinteraksi dengan masyarakat, Kadispar Tangsel Heru Sudarmanto, juga berkesempatan berkunjung dan melihat sarana prasarana yang terdapat di Journalist Boarding School (JBS), Cilegon.(**)
SERANG, Teropongnews.id- Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) melalui Bidang Perdagangan terus gencar menggelar operasi pasar (OP) sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan harga di pasaran.
Operasi pasar dimulai di Pasar Petir, Kecamatan Petir, pada Selasa, 24 Desember 2024, dengan komoditi beras dan minyak goreng. Selanjutnya, operasi pasar digelar pada Rabu, 8 Januari 2025, di Pasar Baros, Kecamatan Baros, dengan komoditi cabai, bawang, tomat, dan beras.
Kemudian, pada Kamis, 16 Januari 2025, Diskoumperindag melalui Bidang Perdagangan kembali menggelar operasi pasar di halaman Kecamatan Carenang dengan menyediakan berbagai komoditi.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengatakan bahwa digelarnya kembali operasi pasar merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Diskoumperindag untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Terlihat, kata dia, antusias warga pun sangat tinggi, sudah ramai sebelum operasi pasar dimulai.
“Antusias warga sangat tinggi, sebelum pelaksanaan mereka sudah menunggu dari jam 8 pagi. Kegiatan ini sangat membantu, apalagi perbedaan harganya sangat jauh dengan harga pasaran,” terang Adang.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, mengatakan bahwa operasi pasar yang digelar pihaknya menyediakan beberapa komoditi meliputi minyak goreng, gula, beras, terigu, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang, dan tomat.
“Operasi pasar kami menyediakan komoditi kebutuhan pokok seperti minyak, gula, dan beras dengan alokasi yang dibawa: minyak 500 liter, beras 400 kilogram, gula 200 kilogram, terigu 100 kilogram, cabai merah besar 50 ribu per kilogram, cabai rawit merah 80 ribu per kilogram, bawang 25 ribu per kilogram, dan tomat Rp 5.000 per kilogram,” ungkap Titi.
Adapun untuk petani cabai, sebut Titi, pihaknya memperoleh dari Petani Binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, Enjat, yang masuk dalam GNPI atau Gerakan Nasional Pengendali Inflasi. “Kami juga bekerja sama dengan Bulog Serang untuk penyediaan sembako lainnya,” tuturnya.
Turut hadir pada operasi pasar tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Febrian Ripera, dan Sekretaris Diskoumperindag Kabupaten Serang, Shinta Asfilian Harjani.(*)
SERANG, Teropongnews.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berkomitmen untuk memperjuangkan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang tidak lolos pada seleksi tahap I, agar diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu. Pengangkatan ini diperkirakan akan dimulai pada tahun anggaran 2026 mendatang, dengan minimal seribu (1.000) PPPK per tahunnya.
”Sudah kita coba perkirakan, di tahun 2026 itu kita nampung seribu (PPPK Paruh Waktu ke PPPK Penuh Waktu) per tahun,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, usai menerima audensi perwakilan Pegawai Honorer Kabupaten Serang yang melakukan aksi damai di depan Pendopo Bupati Serang, menuntut pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu, di Gedung DPRD setempat pada Rabu, 15 Januari 2024.
Dikatakan Rudy, untuk upaya pengangkatan dari PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu, jika dihitung hasil seleksi tahap I saat ini, pengangkatan penuh waktu tahun 2026 atau di anggaran baru 2026. ”Angkanya berubah, kan harus pakai APBD, di angka yang baru itu kuotanya seribu (orang/pegawai),” katanya.
Akan tetapi, kata Rudy, jika Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka kembali slot untuk belanja pegawainya, bisa lebih dari 30 persen dari jumlah APBD, otomatis slot anggaran pun akan bertambah. ”Tergantung dari kebijakan keuangan pemerintah pusat,” tegasnya.
Rudy menyebutkan, jika mengangkat secara keseluruhan PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu dengan jumlah sebanyak 6.300 pegawai, membutuhkan anggaran sebesar Rp335 miliar dalam setahun. ”Tapi itu tidak akan cukup anggarannya, anggaran belanja pegawai saja saat ini mencapai 36 persen, bisa menjadi 50 persen jika mengangkat semua untuk kondisi saat ini,” terangnya.
Oleh karenanya, Rudy menyebutkan, akan mencoba mengatur keuangan terlebih dahulu yang nanti menyesuaikan dengan kondisi kemampuan fiskal Pemkab Serang, yang mudah-mudahan bisa distabilkan pada Tahun 2025 ini. ”Nanti menyongsong 2026, kita range-nya akan lebih lebar lagi untuk bisa menambah, kalau bisa sih lebih dari 1.000, yaitu 1.200, 1.300 tergantung dari kemampuan fiskal kita,” jelasnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, Surtaman, mengatakan, BKPSDM sebagai OPD yang menangani manajemen ASN mendampingi pegawai honorer untuk melaksanakan audensi dengan pemangku kepentingan atau kebijakan, baik dari pemda yang diwakili Pj Sekda Rudy Suhartanto, dan DPRD diwakili Wakil Ketua Abdul Gofur.
”Alhamdulillah disepakati forum honorer dan para pemangku kepentingan bahwa tuntutan mereka diakomodir sesuai dengan kemampuan anggaran. Pengangkatan honorer dalam satu tahun 1.000 itu luar biasa, artinya dalam 4 tahun ke depan selesai honorer diangkat menjadi PPPK penuh waktu semua,” ujarnya.
Surtaman merinci, dari sisa ada 4.505 orang di gelombang 1 para honorer yang belum mendapatkan formasi karena hanya 435 formasi untuk gelombang I. Sedangkan untuk gelombang ke 2 ada 1.800 orang yang sudah mendaftar dengan total 6.000 honorer.
”Berarti kalau setahun 1.000 minimal, tapi bisa 1.200, 1.300 targetnya 4 sampai 5 tahun bisa selesai. Itu semua bertahap, seperti contoh di salah satu OPD ada 7 honorer sedangkan formasi hanya ada 3, maka rangking 1, 2, dan 3 yang lolos masuk penuh waktu, nah sisanya tahun berikut tinggal diangkat saja tidak ada tes lagi,” jelasnya.
Ketua Forsitas Kabupaten Serang, Sarwani, mengatakan bahwa perjuangan ini bukanlah hal yang mudah karena kebijakan dari pusat terkait penyelesaian tenaga honorer harusnya tuntas pada 2024. Namun, kini di 2025, pihaknya mendesak Pemda dan DPRD Kabupaten Serang untuk segera memenuhi tuntutannya, yaitu mengubah status tenaga honorer paruh waktu menjadi penuh waktu. ”Tuntutan lainnya agar tidak mengadakan seleksi CPNS, dan menyelesaikan persoalan ini dalam satu tahun, sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani,” tegasnya.
Turut hadir pada audensi, Wakil Ketua DPRD Abdul Gofur dan anggota lainnya, Kepala BKPSDM, Surtaman, Kepala Bapperida, Rahmat Maulana, Asda 1, Haryadi, Asda III, Ida Nuradi, dan Sekretaris Dindikbud, Eeng Kosasih.(*)
Serang, Teropongnews.id- Penjabat (Pj) Gubernur Banten A Damenta mengatakan sesuai penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), performa Bank Banten semakin hari semakin bagus. Bank Banten harus terus berkembang.
Hal itu diungkap Damenta usai memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024, Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2025 dan Perkuatan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk, di Hotel Aston Jl Syech Nawawi Al Bantani, Kota Serang, Senin (30/12/2024) malam.
“Malam ini rapat dengan para calon pemegang saham Bank Banten, dengan seluruh Bupati/Wali Kota. Yang tidak hadir diwakili, tapi kompeten untuk menyampaikan pendapat dan kebijakan,” ungkapnya.
Ditegaskan, secara regulasi Bank Banten tidak ada masalah. Pada aspek kelembagaan perlu sedikit pembenahan. Termasuk teknis operasional yang perlu dimantapkan lagi. Bank Banten sudah mendapat predikat naik kelas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga performa Bank Banten harus dibuktikan agar semua Kabupaten/Kota memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten.
Masih menurut A Damenta, pihaknya akan membuat rencana aksi melalui tim terpadu untuk mengawal bersama agar perpindahan RKUD ke Bank Banten sesuai dengan yang direncanakan. Pada tahap pertama, pemerintah Kabupaten/Kota berkomitmen sebagian pengelolaan anggaran seperti PPPK pada Bank Banten, pemindahan kredit ASN ke Bank Banten, serta membuka cabang operasional untuk opsen pajak.
A Damenta mengajak pemerintah daerah di Provinsi Banten untuk memperkuat Bank Banten. “Seyogyanya Bank daerah itu harus kuat yang didukung oleh para pemegang saham,” ucapnya.
Sebagai informasi, untuk mendukung Pemerintah Provinsi Banten memiliki Bank Pembangunan Daerah yang kuat yakni Bank Banten, juga diperkuat oleh Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.2/1736/SJ tanggal 17 April 2024 tentang Penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada BPD Banten (Perseroda) Tbk. Juga Surat Gubernur Banten Nomor B-900.1.13.2/3377/BPKAD/2024 tanggal 12 Desember 2024 tentang Penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada BPD Banten (Perseroda) Tbk.
Kinerja Bank Banten sebagaimana yang terlampir dalam Surat OJK Nomor SR-235/PB.21/2024 menyatakan perkembangan pembentukan KUB antara Bank Banten dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) pada dasarnya telah mencapai kemajuan signifikan dengan telah ditandatanganinya Perjanjian Antar Pemegang Saham/Shareholders’ Agreement (SHA) pada tanggal 12 Desember 2024 yang merupakan salah satu bagian paling penting dari proses KUB.
Kemudian, menindaklanjuti SHA tersebut, Bank Banten telah menyampaikan surat pengajuan persetujuan untuk Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) Bank Jatim sebagai salah satu Pemegang Saham Pengendali (PSP), bersama dengan Pemerintah Provinsi Banten. Pengajuan tersebut saat ini tengah diproses lebih lanjut dalam rangka pemenuhan persyaratan administratif terkait pembentukan KUB.
Berdasarkan analisa OJK, kinerja Bank Banten sesuai Laporan Keuangan hingga posisi 30 November 2024 (YoY) secara umum relatif menunjukkan peningkatan, tercermin antara lain pada pertumbuhan aset Rp1,3 triliun menjadi Rp8,12 triliun, peningkatan laba setelah pajak menjadi Rp19,47 miliar, serta perbaikan beberapa rasio keuangan antara lain rasio NPL Gross 7,92% dan rasio NPL Nett 1,29%.
Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh perbaikan penerapan manajemen risiko dan pelaksanaan tata kelola yang baik oleh pengurus Bank Banten, sesuai dengan action plan yang dijalankan.
Secara umum Bank Banten ke depan diperkirakan akan cukup mampu menjalankan fungsi perbankan dan menghadapi pengaruh negatif dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.
Kinerja Bank Banten tersebut, menurut OJK, dapat menjadi semakin baik dengan adanya dukungan berkesinambungan dari seluruh pemangku kepentingan, terutama melalui penempatan dana RKUD Kabupaten/Kota serta diikuti dengan pengelolaan kredit ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten.
Saat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024, A Damenta mengatakan pemerintah daerah perlu memperhatikan realisasi program, kegiatan, dan sub kegiatan Tahun Anggaran 2024 guna menghindari kemungkinan adanya pengeluaran yang tidak dapat dibayarkan (defisit anggaran) di Tahun Anggaran 2024.
Sementara untuk kinerja daerah 2025, lanjut A Damenta, capaian MCP KPK menjadi salah satu tolok ukur. Dirinya berpesan agar pemerintah daerah memperhatikan evidence untuk MCP KPK. “Salah satu fokus utama Tahun Anggaran 2025 nanti adalah manajemen aset dan PTSP. Kita harus berbenah dalam manajemen aset dan pelayanan publik dalam perizinan di PTSP,” ucapnya.
Dirinya mengutip pesan Mendagri M Tito Karnavian bahwa untuk masalah APIP di daerah harus kuat. Inspektorat harus memiliki integritas yang kuat dan bisa berkomunikasi dengan eksternal seperti BPK, APH, dan tidak menakut-nakuti internal. Sehingga kelembagaan di daerah tunjukkan performa yang ideal. Serta agar opini WTP dari BPK yang diperoleh ditunjukkan pula dalam performa serta dipertahankan.
Pada bahasan Sinergi Keuangan Daerah, Damenta berpesan agar pemerintah daerah mencadangkan dana transfer, mencadangkan belanja pegawai dan operasional yang mengikat agar pelayanan masyarakat tidak terganggu, serta transfer dana desa diutamakan untuk pengentasan kemiskinan.(**)
KOTA SERANG,Teropongnews.id – Pada saat ini, secara bottom-up tengah berlangsung wacana dan kajian penyiapan berdirinya Universitas Syekh Manshur. Hal ini sejalan dengan Visi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang Menjadi Universitas Unggul dan Berdaya Saing Pada Tahun 2030.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua STAI Syekh Manshur Pandeglang, Dr. H. Nandang Kosim, S.Ag., M.Pd., saat memberikan kata sambutan dalam perayaan Dies Natalis STAI Syekh Manshur ke-36 pada prosesi Wisuda Sarjana STAI dan STKIP Syekh Manshur di Hotel Aston, Kota Serang, Senin (23/12/2024).
Dikatakan Dr. H. Nandang, dalam upaya penguatan, pengembangan dan penataan STAI Syekh Manshur Pandeglang ke depan, telah dibuat perencanaan program kerja prioritas meliputi: Pertama, Penataan dan pengembangan fasilitas pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas. Kedua, Optimalisasi peningkatan kuantitas mahasiswa. Ketiga, Perbaikan dan peningkatan peringkat Akreditasi Institusi dan Program Studi. Keempat, Peningkatan dan penguatan infrastruktur sistem informasi yang terintegrasi dan berbasis ICT, dan Kelima adalah Reformulasi STATUTA dan transformasi pengembangan STAI Syekh Manshur menuju Universitas.
“Saya juga ingin mengingatkan kepada para wisudawan bahwa tantangan yang Saudara hadapi di masyarakat sudah barang tentu lebih berat apabila dibandingkan dengan tantangan di kampus, sebab persoalan yang dihadapi akan sangat kompleks, begitu juga dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu penting sekali Saudara memiliki kecerdasan soft skill. Soft skill menjadi salah satu penentu kesuksesan. Kecerdasan soft skill adalah aset berharga yang dapat membuka banyak peluang. Kecerdasan soft skill tidak ada nilainya di raport, tidak ada nilainya di ujian nasional, dan tidak ada nilainya di Ijazah,” papar Dr. H. Nandang.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten Prof. H. Asep Saepudin Jahar, MA., Ph.D., mendukung gagasan cemerlang Ketua STAI Syekh Manshur Pandeglang Dr. H. Nandang Kosim, S.Ag., M.Pd yang menginginkan STAI menjadi Universitas Syekh Manshur. Bahkan dirinya siap mendukung penuh keinginan itu.
“Secara pribadi dan kelembagaan saya mendukung bahkan siap memberikan tenaga, ide dan saran jika STAI Syekh Manshur menjadi universitas. Bahkan dalam waktu dekat kita bisa mendatangkan guru besar untuk menjadi dosen tamu di STAI Syekh Manshur, pertukaran mahasiswa, kerjasama publikasi ilmiah dan lain-lain. Keluarga besar Syekh Manshur menjadi ingatan besar saya. Apalagi, Pandeglang di wilayah Banten terkenal juga dengan kota pendidikannya. Itu karena adanya wilayah Cihideung (Kecamatan Cimanuk,red) dan Menes yang merupakan daerah kelahiran saya,” ujar Prof. H. Asep yang diikuti dengan tepuk tangan hadirin.
Tantangan ke depan, kata Prof. H. Asep, tidak hanya knowledge (ilmu pengetahuan), melainkan kepribadian yang bisa beradaptasi dengan lingkungan. Apalagi, Indeks Pembanguan Manusia (IPM) Indonesia masih rendah jika dibanding dengan negara di ASEAN (perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara).
“Bayangkan, Indonesia saat ini lima kali lipat lebih rendah terutama mereka yang telah memiliki gelar dokror. Nah, STAI dan STKIP Syekh menjadi universitas adalah suatu keniscayaan, terletak di tangan kita bersama,” ujar Prof. H. Asep. (ahm)
Serang,Teropongnews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk, atau yang dikenal sebagai Bank Banten, terus mendapatkan kepercayaan serta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penandatanganan perpanjangan Kesepakatan Bersama serta Perjanjian Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak di Aston Serang Hotel pada Kamis, 19 Desember 2024.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama tersebut dihadiri langsung oleh Pj. Bupati Lebak Gunawan Rusminto, Pj. Sekda Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara, Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti, Kepala Bapenda Provinsi Banten EA Deni Hermawan, Sekda Kab. Lebak Budi Santoso, Kepala BKAD Kab. Lebak Haslon Nainggolan dan segenap Pimpinan OPD berikut Segenap Jajaran Direksi beserta Pejabat Eksekutif Bank Banten.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata dukungan dan kepercayaan Pemkab Lebak kepada Bank Banten, sekaligus langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Bank Banten dan Pemkab Lebak dalam pemanfaatan layanan keuangan dan perbankan yang lebih optimal. Dalam perpanjangan kerjasama tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk pengelolaan keuangan daerah dan penyediaan layanan transaksi keuangan, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyampaikan bahwa perpanjangan kerjasama ini merupakan wujud nyata dari dedikasi Bank Banten dalam memberikan layanan terbaik di wilayah Kabupaten Lebak.
“Kami sangat berterimakasih atas kepercayaan Pemkab Lebak terhadap Bank Banten. Perpanjangan Kerjasama ini adalah komitmen kami untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan layanan keuangan yang modern, transparan, efektif dan optimal,” ujar Muhammad Busthami.
Pj. Bupati Lebak, Gunawan Rusminto menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa sinergi dengan Bank Banten telah memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan daerah serta peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Kerja sama dengan Bank Banten membantu kami mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah dan mempermudah layanan bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus membawa manfaat besar untuk Kabupaten Lebak,” ujar Gunawan.
Dengan perpanjangan MoU ini, Bank Banten berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Banten, khususnya Kabupaten Lebak.
Bank Banten juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Sejalan dengan tagline “Bank Banten, “Mitra Terpercaya, Sejahtera Bersama”.(***)
SERANG – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengakhiri rapat daring (zoom meeting) bersama para Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) se-Indonesia dengan candaan yang mengundang tawa.
Dalam sesi penutup, Gus Ipul, sapaan akrabnya melontarkan kalimat yang memecah suasana formal, “Itu Ketua Umum SMSI Pak Firdaus yang membuat kami terperangkap di sini.”
Candaan tersebut merujuk pada peran Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), yang menjadi penggerak acara di Taman Firdaus, Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Senin (16/12/2024).
Kehadiran Gus Ipul di lokasi tersebut memang bertepatan dengan rangkaian kegiatan Kick Off Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2024, yang diinisiasi oleh Firdaus bersama Pokja Organisasi Konstituen Dewan Pers Provinsi Banten, diantaranya PWI, SMSI, SPS dan PRSSNI.
Meski terkesan santai, pernyataan Gus Ipul juga mencerminkan apresiasinya terhadap Firdaus yang telah memobilisasi berbagai pihak untuk memprioritaskan isu sosial dan lingkungan.
Zoom meeting yang dilakukan Gus Ipul dari Desa Talaga berlangsung di sela-sela kunjungan kerjanya.
“Pak Firdaus ini memang luar biasa. Tidak hanya menggagas acara besar, tapi juga membuat kita semua lebih dekat dengan masyarakat,” tambah Gus Ipul dengan senyum.
Sesi virtual bersama Kadinsos se-Indonesia itu menjadi salah satu agenda penting Gus Ipul untuk memastikan koordinasi program sosial berjalan lancar di tengah kesibukannya menghadiri acara langsung di daerah.
Candaan santai yang ia lontarkan di akhir pertemuan semakin menegaskan bahwa komunikasi antar pejabat tak selalu harus kaku, melainkan dapat dibumbui kehangatan dan humor.
Firdaus sendiri, yang mendampingi Gus Ipul selama kegiatan, mengaku senang bisa menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa sinergi di berbagai tingkat, dari pusat hingga desa, bisa diwujudkan melalui komitmen dan komunikasi yang baik,” ujar Firdaus.
Candaan Gus Ipul tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta Zoom meeting, menambah kesan mendalam dari acara yang digelar di Desa Talaga itu.
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, Gubernur Banten terpilih, Andra Soni dan Bupati Serang terpilih Ratu Rachmatu Zakiyah, beserta Forkopimda Se-Banten. (*/)
