Teropong News
Teropong News
  • Home
  • Uncategorized
    • Pendidikan
    • Nasional
    • Headline
    • Advertorial
    • Hukrim
    • Daerah
      • Serang Raya
      • Pandeglang
      • Lebak
      • Cilegon
        • Cilegon
    • Pendidikan
Kamis, 23 April 2026
Teropong News
Teropong News
  • Home
  • Uncategorized
    • Pendidikan
    • Nasional
    • Headline
    • Advertorial
    • Hukrim
    • Daerah
      • Serang Raya
      • Pandeglang
      • Lebak
      • Cilegon
        • Cilegon
    • Pendidikan
HeadlineSerang RayaUncategorized

Penguatan Literasi Digital Cegah Cyberbullying dan Membangun Pemahaman Kewargaan UNPAM Serang Giat PKM di MA Darul Irfan Kota Serang

by Teropong News 24 November 2025
written by Teropong News 24 November 2025
237

Serang, Teropongnews.id- 21 November 2025 – Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara terpadu di MA Darul Irfan Kota Serang. Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan tujuan memperkuat literasi digital pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran politik digital untuk mencegah cyberbullying dan membangun kewargaan yang sehat di ruang siber.

Rangkaian kegiatan pada Jumat 21 November 2025 dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan dari Imron Wasi, S.Sos., M.I.P., dosen Ilmu Pemerintahan UNPAM. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme pihak madrasah serta komitmen mahasiswa yang telah mempersiapkan kegiatan ini sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala MA Darul Irfan Kota Serang H. Chasan M.Pd. yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dosen dan mahasiswa UNPAM. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang penting bagi siswa untuk memperluas pemahaman mengenai dunia digital, sekaligus mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan akademisi dan mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Setelah sambutan, dilakukan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara UNPAM dan pihak madrasah.

Kegiatan kemudian terbagi menjadi dua pemaparan materi oleh Mahasiswa dengan dipandu oleh Dosen Efriza, S.IP., M.Si. Materi pertama berjudul “Penguatan Literasi Digital terhadap Pencegahan Cyberbullying” yang dipersentasikan oleh Anggota PKM Dede Sulaesih. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan konsep etika digital, keamanan informasi, tanda-tanda cyberbullying, serta langkah praktis untuk mencegah dan melaporkannya. Dede juga menekankan pentingnya budaya digital yang berempati agar ruang daring tidak menjadi tempat perundungan.
Selanjutnya, materi kedua mengusung tema “Peningkatan Literasi Politik Digital terhadap Pencegahan Cyberbullying sebagai Upaya Revitalisasi Kewargaan”, yang disampaikan oleh Ketua Kelompok PKM Faojah. Materi ini berfokus pada bagaimana literasi politik digital berperan dalam membentuk warga digital yang sadar tanggung jawab, memahami dinamika ruang publik virtual, dan mampu berpartisipasi secara sehat dalam demokrasi digital. Ia menegaskan bahwa pencegahan cyberbullying tidak hanya urusan etika personal, tetapi juga bentuk partisipasi kewargaan, dengan menghadirkan contoh-contoh nyata di ruang digital saat ini.

Kegiatan semakin menarik ketika memasuki sesi tanya jawab. Salah satu siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai apakah faktor ekonomi mempengaruhi seseorang menjadi pelaku bullying. Menanggapi hal tersebut, Faojah menjelaskan bahwa perilaku bullying dipengaruhi tiga aspek utama: ekonomi, pendidikan, dan keluarga. Ketiganya membentuk moral, karakter, serta mentalitas seseorang. “Ekonomi bisa saja menjadi faktor, tapi ia selalu berkelindan dengan pendidikan dan lingkungan keluarga. Ketiganya saling mempengaruhi dalam membangun karakter individu,” jelasnya.

Pertanyaan lain muncul terkait apakah siswa boleh mengikuti demonstrasi. Faojah menjawab bahwa partisipasi siswa dalam demonstrasi pada dasarnya diperbolehkan jika didasari pemahaman yang matang atas isu yang diperjuangkan.

“Demonstrasi itu bagian dari partisipasi politik. Namun sebelum turun ke lapangan, siswa harus mengkaji isu yang diangkat, tidak hanya ikut-ikut saja. Bahkan, Indonesia mengalami perubahan besar pada era Reformasi karena keberanian mahasiswa, tetapi berkontribusi dalam politik tidak selalu harus turun ke jalan. Siswa bisa memulainya melalui diskusi kritis, literasi, dan peningkatan kesadaran kolektif,” paparnya.

Dengan adanya dialog tersebut, kegiatan PKM tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk berpikir kritis mengenai perilaku digital, partisipasi kewargaan, serta perannya sebagai generasi muda dalam menjaga kualitas kehidupan demokrasi.(**)

Share 0 FacebookTwitterWhatsappEmail

You may also like

Kolaborasi BPN dan Kejati Banten, Dorong Penanganan Masalah Pertanahan Lebih Efektif

22 April 2026

Projek Anggaran dari APBD kota serang sudah mencederai nama dinas terkait

20 April 2026

LSM Mappak Banten Apresiasi Penangkapan Pasutri Penipu Loker, Desak Polisi Bongkar Jaringan Yayasan Ilegal

15 April 2026

Rangkap Jabatan, Konflik Kepentingan, dan Bayang-Bayang Anggaran Publik

14 April 2026

Semangat Sehat Banten 2026, BKKBN Banten Gelar Senam Bersama dan Cek Kesehatan Gratis

9 April 2026

Dalam Mempererat Kerukunan Bertetangga: Warga Perum Citra Gading Cipocok Jaya Gelar Halal Bihalal

5 April 2026

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

POPULER

  • Layanan Call Center Bapenda Banten Siap Layani Wajib Pajak

    2 Desember 2024
  • Diduga dianulir, PJ Bupati Maybrat Turut Kampanyekan salah Satu Bacalon Bupati Maybrat

    28 Juni 2024
  • Sesepuh Cerdas K2 Kornelius Kambu Hadiri Deklarasi, Karel Makin Melesat Maju Di Pilkada

    23 Juni 2024
  • Melenial Sorsel Deklarasikan Pasangan Lambert jitmau & Samsudin Anggiluli  Gempar Di Pilgub Papua Barat Daya

    7 Mei 2024
  • Masa Pendukung Dan Sipatisan Dari 9.Kampung Deklarasikan Dukungan Untuk Karel Murafer Di Wilayah Mare Selatan

    22 Mei 2024
Teropong News
  • Home