Pj Sekda Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara Buka Rakor Optimalisasi Pemungutan Pajak Dan Sinergi Pemungutan Opsen
Serang, Teropongnews.id- Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara mengatakan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) merupakan pengalihan bagi hasil pajak Provinsi, serta upaya meningkatkan kemandirian daerah tanpa menambah beban wajib pajak.
“Karena penerimaan perpajakan akan dicatat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memberikan kepastian atas penerimaan pajak,” ungkap Usman Asshiddiqi Qohara saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Optimalisasi Pemungutan Pajak dan Sinergi Pemungutan Opsen di Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Selasa (19/11/2024).
Usman berharap Rakor tersebut mampu menjadi langkah kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi serta akurasi dalam pengelolaan dan pemungutan pajak di tingkat daerah.
“Upaya ini penting untuk mendukung PAD yang menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.
“Dengan adanya optimalisasi tersebut, diharapkan pendapatan daerah akan lebih baik lagi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Pada kesempatan itu, Usman mengajak pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, sehingga dapat mendorong kemandirian daerah.
“Pemerintah yang kuat itu mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga mampu mencapai kemandirian,” imbuhnya.
Sementara, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten E.A. Deni Hermawan menyampaikan pada dasarnya opsen PKB dan BBNKB tersebut merupakan upaya dalam peningkatan kapasitas fiskal Kabupaten/Kota.
Hal itu, kata Deni, sesuai dengan amanat UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Kegiatan hari ini kita akan finalisasi draft perjanjian kerja sama, dan beberapa waktu lalu kita telah berkomunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten,” ujarnya.
Selanjutnya, Deni mengatakan, mengenai Peraturan Gubernur (Pergub) terkait dengan opsen PKB dan BBNKB saat ini masih dalam tahapan fasilitasi Kemendagri.
“Di sana diatur salah satunya Bank persepsi yang harus dilakukan untuk pengelolaan dari opsen PKB dan BBNKB, kita sepakati bersama bahwa RKUD kita itu Bank Banten. Maka Kabupaten/Kota harus menjadi keputusan bersama, bahwa dalam pengelolaan opsen PKB dan BBNKB maka kas penampung atau kas operasionalnya itu Bank Banten,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Rakor tersebut membahas terkait sinergi pemungutan opsen serta pembahasan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah Kabupaten/Kota. Rakor diikuti oleh pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.(Adv)
Kota Serang, Teropongnews.id– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang, menggelar kegiatan Sosialissi Bela negara Bagi Paskibraka ) Kota Serang Tahun 2024, Kegiatan yang mengambil tempat di Aula Sari Kuring. Rabu (20/11/2024).
Kepala Badan Kesbangpol Kota Serang Drs.H Wasis Dewanto, MPd,.M.S,i dalam sambutannya meminta generasi muda untuk meningkatkan pemahaman pentingnya bela negara dalam rangka mempertahankan NKRI. Tuturnya
“Wawasan Kebangsaan mengandung sebuah arti komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang mumpuni tentang masa kini dan masa yang akan datang serta berbagai potensi bangsa,”
Dijelaskan, pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Permendagri No. 38 tahun 2011 tentang Pedoman Peningkatan Kesadaran Bela Negara di Daerah.
“Yang bertujuan untuk memantapkan wawasan berbangsa dan bernegara dengan mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam ikatan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” jelas Wasis.
Wasis menambahkan. melalui kegiatan ini, wawasan, pengetahuan, keterampilan dan keahlian peserta dapat berguna untuk mempertahankan NKRI dan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta dapat menciptakan kader calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila.Ucapnya.
“Saya berharap kiranya para peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, jangan sungkan untuk bertanya kepada narasumber/ pelatih, jika kurang memahami materi yang disampaikan. Dan kepada narasumber dan para pelatih atau para Purna Paskibraka, saya mengucapkan terima kasih,”.Pungkasnya.
Diberitahukan Kegiatan kegiatan Sosialissi Bela negara Bagi Paskibraka ) Kota Serang.
dihadiri oleh narasumber dari Kodim 0602/my dan Purna Paskibraka. Dengan Jumlah peserta Paskibraka Se Kota Serang.(***)
Serang, Teropongnews.id- PRESTASI sejumlah siswa dan guru berhasil membawa harum nama Banten di kancah nasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten melalui satuan pendidikan yang ada mendidik serta membina para siswa agar terus berprestasi.
Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan sejumlah siswa pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 tingkat nasional. Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia di bawah Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini menjadi wadah inovasi bagi peserta didik SMP/MTs dan SMA/MA di seluruh Indonesia untuk berkreasi dalam penelitian ilmiah. OPSI tahun ini membawa tema Penelitian Ilmiah Siswa, memberikan ruang bagi para peserta untuk mengembangkan karya inovatif dalam bidang sains dan teknologi.
SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini dengan mengirimkan tim riset yang diwakili oleh Zahra Auliya R dan Jihan Alfiani, di bawah bimbingan guru pembimbing Nuhiyah, M.Pd. Dalam Grand Final OPSI 2024, tim ini tampil cemerlang dan berhasil meraih medali emas dalam kategori Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH) dengan judul HADE (Harmony and Artistry Dress-Up Game Batik Banten Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal. Tim itu terseleksi dari 7.835 tim seluruh Indonesia dari 163 sekolah dan 23 provinsi di Indonesia dan sekolah Indonesia luar negeri dari Jeddah dan Malaysia.
Tahun sebelumnya, SMAN 1 Ciruas juga berhasil meraih medali emas dengan menyabet Juara 1 OPSI tahun 2023 atas nama Lia Febriyanti dan Siti Alwiyah. Keduanya mengambil judul penelitian Ethnic-City: Pengembangan Game Edukasi tentang Kota Multikultural Surosowan sebagai Upaya Merangkai Kebhinekaan.
Selain itu, SMAN 1 Ciruas juga mengukir prestasi dalam pertandingan Pencak Silat antar Pelajar Tingkat Nasional Kapolda Banten Open dengan meraih medali emas Kelas B Putri Remaja atas nama Messy.
Tak hanya siswa, guru SMAN 1 Ciruas juga tak mau kalah untuk mengukir prestasi dan membawa harum nama Banten di tingkat nasional. Guru SMAN 1 Ciruas atas nama Nuhiya, S.Pd.M.Pd dengan latar belakang pendidikan S-2 Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia ini juga mengukir prestasi. Pertama, Nuhiya menjadi Peneliti Golok Ciomas (2017-sekarang) dan telah diseminarkan oleh Pusdiklat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang bertema Golok Banten Goes to Uneso. Kedua, Nuhiya menjadi pembimbing penelitian siswa yang menghasilkan prestasi dalam beberapa ajang perlombaan, yakni Gold Medal OPSI 2024, Gold Medal OPSI 2023, Penghargaan Khusus OPSI tahun 2022, Juara 1 Lomba Essay UGM Tahun 2021 tingkat Nasional, Juara 1 Lomba Essay Voofest UGM 2023 tingkat Nasional, Juara 1 Lomba Business Plan Wonderkind Festival 2023 tingkat Nasional, dan Parlemen REMAJA DPR 2024.
Prestasi yang dicapai oleh SMAN 1 Ciruas ini membawa kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Banten. Diharapkan seluruh sekolah juga dapat berprestasi dengan membawa nama Banten di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala SMAN 1 Ciruas Drs Suparman MM mengaku bangga dengan prestasi yang diraih para siswa dari guru. Meski begitu, ia berharap para siswa dan guru jangan langsung berpuas diri, tapi harus dapat mempertahankan prestasi yang sudah diraih. “Bahkan kalau bisa semakin lebih baik lagi,” ujarnya. (*)
Serang, Teropongnews.id- DINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten mencatatkan realisasi investasi pada triwulan III sebesar Rp25,19 Triliun. Realisasi itu terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
PMA menjadi sumber investasi terbesar dengan nominal mencapai 12,74 triliun, sementara PMDN sebesar Rp 12,45 triliun. PMA paling besar disumbangkan dari Kota Cilegon yang mencapai Rp6,24 triliun, lalu Kabupaten Tangerang Rp2,01 triliun. Disusul Kabupaten Serang Rp3,40 triliun. Sementara untuk PMDN, Kabupaten Tangerang menjadi penyumbang PMDN tertinggi yang mencapai Rp4,90 triliun, lalu Kota Cilegon Rp1,82 triliun, dan Kota Tangerang Rp1,62 triliun.
Jika diakumulasikan dari bulan Januari hingga September 2024, realisasi investasi di Banten tahun 2024 ini sudah mencapai Rp83,44 triliun. Dengan PMA sebesar Rp48,02 triliun, dan PMDN sebesasr Rp35,42 triliun. “Realisasi investasi ini telah menyerap 115.337 tenaga kerja yang terdiri dari Tenaga Kerja Indonesia sebanyak 114.552 orang, dan Tenaga Kerja Asing sebanyak 815 orang,” kata Kepala DPMPTSP Banten Virgojanti.
Dikatakannya, saat ini pihaknya terus berupaya membenahi pelayanan investasi guna memberikan kenyamanan kepada para investor agar dapat menanamkan modalnya di Tanah Jawara ini. Dengan masuknya investasi, kata Virgo, akan berdampak positif bagi tingkat perekonomian maupun ketenagakerjaan. “Realisasi kita saat ini sudah 85 persen dari total target nasional yakni Rp97,79 triliun. Insyaallah kita akan terus berupaya dalam mencapai target tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, jika mengacu target investasi trilulan III Rp25,19 Triliun, Banten masih mengamankan posisi kelima peringkat nasional di bawah DKI Jakarta yang menduduki peringkat pertama dengan realisasi investasi sebesar Rp71,35 triliun, disusul Jawa Barat Rp56,58 triliun, Jawa Timur Rp39,69 triliun dan Sulawesi Tengah Rp38,79 triliun.
Realisasi investasi terbesar di Banten berhasil disumbangkan oleh Kota Cilegon yang mencapai Rp8,07 triliun, lalu Kabupaten Tangerang yang menduduki posisi kedua dengan Rp6,92 triliun, lalu Kabupaten Serang sebesar Rp5,02 triliun, Kota Tangerang Rp2,48 triliun. Kota Tangerang Selatan Rp1,70 triliun, Kabupaten Lebak Rp681 miliar, Kabupaten Pandeglang Rp189 miliar, dan Kota Serang Rp110 miliar. “Dominasi masih tetap industri petrokimia, lalu properti. Memang industri olahan ini hulunya ada di Banten,” ungkap Virgojanti. (adv)
SERANG,Teropongnews.id- Wakil Ketua I DPRD Banten Yudi Budi Wibowo menerima Audiensi dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fisip Untirta, di Ruang Wakil Ketua I DPRD Provinsi Banten pada Selasa, (12/11/2024).
Wakil Ketua I DPRD Banten Yudi Budi Wibowo didampingi oleh Kepala Sub Bagian Informasi, Publikasi, dan Dokumentasi Ibud Sihabudin beserta jajaran.
Dalam kesempatannya, Ketua DPM Fisip Untirta Iqbal menyampaikan maksud dan tujuannya bersilaturrahim ke Gedung DPRD Banten adalah untuk mengundang Wakil Ketua DPRD Banten untuk menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Legislatif DPM Fisip Untirta pada tanggal 23 November 2024 mendatang.
“Kami bermaksud untuk mengundang bapak sebagai narasumber pada kegiatan Pelatihan Legislatif kami nanti,” ujarnya.
Selain itu, Iqbal juga menyampaikan beberapa isu permasalahan di Provinsi Banten yang telah ia jumpai diantaranya isu pencemaran lingkungan, infrastruktur, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Banten Yudi Budi Wibowo menuturkan bahwa dirinya mendukung kegiatan tersebut dan akan memenuhinya apabila tidak berhalangan.
“Pelatihan legislatif ini sangat menarik dan bagus sebagai kegiatan edukasi agar mahasiswa dapat lebih dalam mengetahui dunia pemerintahan secara praktis,” tuturnya.
Ia juga berharap Pelatihan Legislatif tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai rencana serta menambah wawasan legislatif bagi peserta pelatihan.
“Semoga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan benar-benar menambah wawasan para pesertanya melalui sharing pengalaman legislatif,” ucapnya.(ADV)
Prestasi Yang Membanggakan,Wakili Provinsi Banten, Siswa SMAN 1 Ciruas Raih OPSI Tingkat Nasional
SERANG Teropongnews.id,– Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan sejumlah siswa SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 tingkat nasional.
Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia di bawah Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ini menjadi wadah inovasi bagi peserta didik SMP/MTs dan SMA/MA di seluruh Indonesia untuk berkreasi dalam penelitian ilmiah.
OPSI tahun ini membawa tema “Penelitian IImiah Siswa”, memberikan ruang bagi para peserta untuk mengembangkan karya inovatif dalam bidang sains dan teknologi.
SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini dengan mengirimkan tim riset yang diwakili oleh Zahra Auliya R dan Jihan Alfiani, di bawah bimbingan guru pembimbing Nuhiyah, M.Pd.
Dalam Grand Final OPSI 2024, tim ini tampil cemerlang dan berhasil meraih medali emas dalam kategori Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH) dengan judul “HADE (Harmony and Artistry Dress-Up Game Batik Banten sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal”.
Tim itu terseleksi dari 7.835 tim seluruh Indonesia dari 163 sekolah dan 23 provinsi di Indonesia dan sekolah Indonesia luar negeri dari Jeddah dan Malaysia.
Tahun sebelumnya, SMAN 1 Ciruas juga berhasil meraih medali emas dengan menyabet Juara 1 OPSI 2023 atas nama Lia Febriyanti dan Siti Alwiyah.
Keduanya mengambil judul penelitian “Ethnic-City: Pengembangan Game Edukasi tentang Kota Multikultural Surosowan sebagai Upaya Merangkai Kebhinekaan”.
SMAN 1 Ciruas juga mengukir prestasi dalam pertandingan pencak silat antar pelajar tingkat nasional Kapolda Banten open dengan meraih medali emas Kelas B Putri Remaja atas nama Messy.(***)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Raih Penghargaan “Kategori I Perangkat Daerah Provinsi Banten” pada SDGs Awards 2024
Serang, TEROPONGNEWS.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan “Kategori I Perangkat Daerah Provinsi Banten” pada ajang SDGs Awards 2024. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian acara Forum Tahunan SDG’s Banten Tahun 2024 yang diselenggarakan di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari, Kabupaten Serang, pada Selasa (12/11/2024).
Penghargaan diterima langsung oleh Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. Lukman, S.Pd, M.Pd, sebagai apresiasi atas kontribusi Dindikbud Banten dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan aksesibilitas pendidikan yang merata. Penghargaan ini menjadi wujud nyata upaya Dindikbud Banten dalam mendukung agenda SDGs dengan memastikan tercapainya berbagai target pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Banten.
Forum Tahunan SDG’s Banten Tahun 2024 turut diisi dengan Pameran Pangan Lokal yang menampilkan berbagai produk pangan lokal unggulan Banten sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan dan mendukung tujuan SDGs lainnya di Provinsi Banten. (***)
Dinkes Banten Giat Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Menular Dalam Upaya Penurunan Stunting
Tangerang, Teropongnews.id- Dinas Kesehatan Provinsi Banten selenggarakan Program pencegahan penyakit menular dalam upaya penurunan stunting di kelurahan karawaci Kota Tangerang Kamis 7/11/24.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS Menyampaikan, Kegiatan tersebut di selenggarakan bertujuan untuk mengurangi faktor risiko infeksi yang berdampak pada pertumbuhan anak melalui integritas layanan primer.
Menirutnya, Program ini menggabungkan layanan kesehatan dasar seperti pos yandu dan puskesmas dengan fokus pada pemberian imunisasi.edukasi prilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) serta pengendalian penyakit TBC dan Diare.Tuturnya.
Ati melanjutkan, Kegiatan ini melibatkan pemeriksaan kesehatan rutin, Ibu hamil dan balita pemberian vitamin serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkunga untuk mencegah penyebaran penyakit.Ucapnya.
Ati Menjelaskan, Pendekatan ini tidak hanya memperkuat system kekebalan tubuh anak namun juga menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang yang optimal, sehingga dapat menekan angka Stunting secara berkelanjutan.kata Ati.
Program ini telah diuji coba secara signifikan terutama terkait jenis pelayanan. Sebelumnya, layanan bersifat terpisah, namun dengan ILP, layanan disesuaikan dengan siklus hidup, terbagi dalam empat klaster.
“Di mana layanannya kalau dulu itu ada layanan BP, atau layanan KIA sekarang diubah, dengan adanya integrasi layanan primer pelayanan menjadi layanan berdasarkan siklus hidup, di mana ada (beberapa) klaster, klaster 1, klaster 2, klaster 3, dan klaster 4,” katanya.
Klaster tersebut meliputi manajemen, layanan kesehatan untuk ibu hamil, bayi, balita, dan remaja, layanan untuk usia produktif hingga lanjut usia, serta penanggulangan penyakit menular.(adv)
Keberadaan Proyek PIK 2 Dianggap Mencederai Hak-Hak Hidup Masyarakat Banten dan Lingkungan Hijau !
Tangerang,Teropongnews.id- : Berbagai kalangan dan elemen masyarakat Banten khususnya para aktivis lingkungan hidup yang ada di provinsi Banten mempertanyakan terhadap urgensinya Keberadaan Proyek Pantai Indah Kapuk (PIK 2) yang di nilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Terlebih dalam mendukung perekonomian masyarakat umum yang terdampak. Bahkan dalam menjaga kelestarian alam lingkungan kawasan hijau.
Menurut beberapa sumber warga setempat, bahwa mereka tidak berdaya untuk melakukan perlawanan atau penolakan dan lainnya, untuk upayi tidak menjual lahan yang sudah dimiliki puluhan tahun yang kini terkena plot Proyek PIK 2.
“Kami tidak berdaya pak, karena katanya ini demi proyek nasional yang di galakan oleh pemerintah. Dan bila kami tidak menjualnya, maka lahan kami akan dikurung tanpa akses jalan ke lahan kami tersebut,” ungkap salah satu warga setempat, yang tidak ingin namanya di publikasikan.
Katanya, banyak warga yang tadinya keberatan untuk dijual lahannya itu, tapi dianggap menghambat pembangunan proyek pemerintah dan sebagian lagi bahkan rela dijual murah hanya 30 ribu per meternya, karena sedikit ada intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum suruhan perusahaan PIK 2.
“Kami tinggal pasrah saja pak,” ucapnya lirih kepada aktivis lingkungan setempat.
Sementara menurut sumber dan salah satu penggiat aktivis lingkungan hidup di Banten, Dhaimi, pihaknya dan sesama aktivis lingkungan hidup lainnya, sudah mencoba berbagai cara untuk dapat jawaban dan mencari tahu tentang urgensinya Keberadaan PIK 2 itu dari unsur pemerintah daerah pemprov Banten. Tapi jawabannya dari para pejabat baik dari Dinas Lingkungan Hidup dan pejabat lainnya selalu saja bias.
“Alasannya, daerah tidak pernah dilibatkan karena itu proyek strategis nasional kewenangannya ada di pemerintah pusat, dan perijinannya pun sudah dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah, hanya menerima putusan itu karena tidak dilibatkan dalam perijinan dan lainnya,” tuturnya, menirukan jawaban pejabat yang ditemuinya itu.
Hal ini pun diungkapkan oleh salah Aktivis Lingkungan Hidup lainnya, yang tergabung di TKPSDAWS3CI Banten – Jabar , D.Mulyadi dari aktivis lingkungan hidup Koalisi Kawali Indonesia Lestari, bahwa keberadaan Proyek Strategis Nasional itu diduga kuat banyak kejanggalan dan pelanggaran, khususnya terkait pembuatan ijin lingkungan dan ijin-ijin lainnya, yang diduga dibuatkan belakangan.
“Ini yang kami herankan, ko bisa ya amdal dan ijin lainnya dibuat dibelakang, sementara proyek PIK 2 sudah dilakukan, penggusuran dan lainnya?,” herannya.
Kegiatannya pun lanjutnya, banyak dikeluhkan oleh masyarakat setempat, karena ratusan Dum Truck siang dan malam berseliweran tanpa henti membuat polusi udara dan kesehatan serta keselamatan warga.
“Bahkan sudah banyak memakan korban jiwa warga akibat kecelakaan dan musibah yang terlindas oleh Dum Truck pengangkut urugan tanah PIK 2 seperti kejadian kemarin anak perempuan kecil tragis terlindas dum Truck meninggal ditempat mengakibatkan amuk massa karena jengkel yang tak tertahankan dan terpendam oleh warga setempat, yang merasa tidak nyaman, polusi serta terusik karena bising hilir mudik kendaraan pengangkut tanah siang dan malam,” paparnya.
Lanjutnya, seluruh elemen masyarakat dan para aktivis lingkungan hidup se-Banten meminta, agar pemerintah pusat meninjau ulang kembali keberadaan proyek PIK 2, karena dianggap tidak ada imbas yang cukup berarti untuk pendongkrak perekonomian rakyat, khususnya bagi kepentingan masyarakat kecil di Banten.
“Jangan akibat kepentingan individu atau kelompok elite nasional dan oknum-oknum pejabat negara, korbankan kehidupan rakyat juga alam lingkungan yang telah ada. Dan kami pertanyakan program tersebut itu untuk siapa? Karena tidak mungkin masyarakat kelas bawah ikut menikmati atau memiliki rumah dikawasan PIK 2 itu,” tandasnya
Bahkan dalam obrolan warung kopi, aktivis jurnalis mengatakan Haerul dan Aswi, kehidupan masyarakat di wilayah yang terdampak proyek PIK 2 khususnya Mauk sudah sering di intimidasi oleh oknum-oknum.
“Bahkan katanya ada warga yang dipenjarakan karena menyuarakan penolakan, dianggapnya dapat menghambat proyek strategis nasional pemerintah. Ini harus presiden Prabowo turun tangan, untuk bisa menghentikan PIK 2 itu,” imbuhnya. (*/Istimewa)
