Teropong News
Teropong News
  • Home
  • Uncategorized
    • Pendidikan
    • Nasional
    • Headline
    • Advertorial
    • Hukrim
    • Daerah
      • Serang Raya
      • Pandeglang
      • Lebak
      • Cilegon
        • Cilegon
    • Pendidikan
Senin, 24 Agustus 2026
Teropong News
Teropong News
  • Home
  • Uncategorized
    • Pendidikan
    • Nasional
    • Headline
    • Advertorial
    • Hukrim
    • Daerah
      • Serang Raya
      • Pandeglang
      • Lebak
      • Cilegon
        • Cilegon
    • Pendidikan
HeadlineSerang RayaUncategorized

Provider WiFi Kaisar Net di Ciruas, Diduga ilegal

by Teropong News 23 November 2025
written by Teropong News 23 November 2025
348

Serang – Banyaknya penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) atau wifi diduga ilegal di Kecamatan Ciruas – Kabupaten Serang, banyak terlihat dijalan atau perkampungan Ranjeng dan Pelawad kabel internet diduga ilegal tersebut yang menumpang di tiang listrik milik PLN, Minggu 23/11/25.

(ISP) diduga ilegal adalah penyedia layanan internet yang beroperasi secara ilegal karena tidak memiliki izin resmi.

Contoh paling umum adalah RT/RW Net ilegal, yaitu penyedia layanan yang membeli internet dari (ISP) resmi (atau dari jaringan yang sudah ada) dan menjualnya kembali ke masyarakat secara langsung melalui WiFi atau kabel LAN tanpa izin resmi.

(NS), warga Ranjeng yang enggan disebut namanya mengungkapkan, ia melihat banyaknya kabel atau panel WiFi diduga ilegal yang menumpang di tiang listrik milik PLN.

“Kabel dan panelnya menumpang di tiang listrik pak, adapun WiFi nya yang saya tau bayar perbulan ada juga yang memakai Voucher harian,” ungkapnya

Ditempat terpisah warga Pelawad yang enggan disebut namanya (UD), berharap agar pihak diduga WiFi ilegal tersebut mempunyai tiang sendiri.

“Harus punya tiang sendiri kalau begitu pak,” harapnya

Pihak yang berkewenangan atau instansi terkait perlu Cross check terkait dugaan WiFi ilegal tersebut.

Sanksi untuk penyedia jasa internet (ISP) atau penyelenggara wifi ilegal adalah pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp1,5 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 47 UU Cipta Kerja yang merupakan perubahan dari UU Telekomunikasi. Sanksi ini berlaku bagi penyelenggara yang menjalankan usahanya tanpa izin yang sah, termasuk penyedia layanan internet ilegal yang menjual akses internet tanpa izin.

Sanksi yang Diberikan

Pidana Penjara: Maksimal 10 tahun penjara.

Denda: Maksimal Rp1,5 miliar.

Penutupan Jaringan: Akses ilegal dapat diputus dan jaringan disita.

Dasar Hukum

UU Cipta Kerja: Mengubah UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan menetapkan sanksi pidana yang lebih berat.

UU Telekomunikasi: Mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memiliki izin resmi dari pemerintah.

Peraturan Menteri Kominfo: Mengatur tentang perizinan berusaha untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi.(***)

Share 0 FacebookTwitterWhatsappEmail

You may also like

DPRD Kota Serang Mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447.H – 2026 M

24 Agustus 2026

Polda Banten Gelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Banten Aman

20 Agustus 2026

Anggota PWI Kabupaten Tangerang yang Sudah Diberhentikan Sementara, Masih Aktif Dalam Struktur Panitia Konfrensi,...

18 Agustus 2026

DPRD Provinsi Banten Mengucapkan DIRGAHAYU ri Ke 81 Tahun 2026

17 Agustus 2026

P2N Dorong Gerakan Masyarakat untuk Pemasangan Patok Batas tanah dan Pasang Plang pada Tanah...

16 Agustus 2026

Warga Gunungsugih dan Anyer Kompak Bakal Demo PT Asahimas Chemical, Pengelolaan Limbah Dinilai Tak...

16 Agustus 2026

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

POPULER

  • Layanan Call Center Bapenda Banten Siap Layani Wajib Pajak

    2 Desember 2024
  • Diduga dianulir, PJ Bupati Maybrat Turut Kampanyekan salah Satu Bacalon Bupati Maybrat

    28 Juni 2024
  • Sesepuh Cerdas K2 Kornelius Kambu Hadiri Deklarasi, Karel Makin Melesat Maju Di Pilkada

    23 Juni 2024
  • Melenial Sorsel Deklarasikan Pasangan Lambert jitmau & Samsudin Anggiluli  Gempar Di Pilgub Papua Barat Daya

    7 Mei 2024
  • Masa Pendukung Dan Sipatisan Dari 9.Kampung Deklarasikan Dukungan Untuk Karel Murafer Di Wilayah Mare Selatan

    22 Mei 2024
Teropong News
  • Home