Teropong News
Teropong News
  • Home
  • Uncategorized
    • Pendidikan
    • Nasional
    • Headline
    • Advertorial
    • Hukrim
    • Daerah
      • Serang Raya
      • Pandeglang
      • Lebak
      • Cilegon
        • Cilegon
    • Pendidikan
Senin, 27 Juli 2026
Teropong News
Teropong News
  • Home
  • Uncategorized
    • Pendidikan
    • Nasional
    • Headline
    • Advertorial
    • Hukrim
    • Daerah
      • Serang Raya
      • Pandeglang
      • Lebak
      • Cilegon
        • Cilegon
    • Pendidikan
AdvertorialHeadlineUncategorized

Hilirisasi Perberasan Jadi Fokus, Banten Bangun Ekosistem Pembiayaan untuk Industri Penggilingan Padi

by Teropong News 27 Juli 2026
written by Teropong News 27 Juli 2026
24

LEBAK, Teropongnews.id- Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat strategi pengembangan ekonomi daerah melalui hilirisasi sektor perberasan. Langkah tersebut dilakukan un1tuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjaga stabilitas harga beras yang selama ini menjadi salah satu komoditas paling berpengaruh terhadap inflasi di Provinsi Banten.
Hal itu mengemuka dalam paparan Pengembangan Ekonomi Daerah yang digelar di Kabupaten Lebak, Selasa (21/7/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan PT Lebak Niaga (Perseroda).

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan bahwa Banten sebenarnya memiliki potensi produksi padi yang besar. Pada tahun 2025, produksi Gabah Kering Giling (GKG) diperkirakan mencapai sekitar 1,7 juta ton dengan potensi surplus sekitar 124 ribu ton.

Namun, menurutnya, surplus tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi daerah karena sebagian besar gabah masih dijual ke luar Banten untuk kemudian kembali dipasarkan dalam bentuk beras dengan harga yang lebih tinggi.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan kita bukan lagi hanya meningkatkan produksi, tetapi bagaimana membangun hilirisasi agar gabah yang dipanen petani dapat diolah di Banten. Dengan demikian nilai tambah, lapangan kerja, dan keuntungan ekonomi dapat dinikmati masyarakat Banten sendiri,” ujar Nasir.

Modernisasi Rice Milling Jadi Prioritas

Nasir menjelaskan, hasil Focus Group Discussion (FGD) mengungkap salah satu persoalan utama sektor perberasan di Banten adalah keterbatasan kapasitas dan kualitas mesin penggilingan padi.

Sebagian besar rice milling yang digunakan saat ini sudah berusia tua sehingga belum mampu menghasilkan beras berkualitas tinggi secara optimal.

Karena itu, modernisasi mesin penggilingan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan daya saing beras lokal.

“Jika penggilingan padi kita lebih modern, kualitas beras akan meningkat, kehilangan hasil panen dapat ditekan, dan harga jual menjadi lebih kompetitif. Ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani maupun pelaku usaha,” katanya.

Gandeng Perbankan Bangun Ekosistem Pembiayaan

Untuk mempercepat modernisasi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten mendorong terbentuknya ekosistem pembiayaan yang melibatkan sektor perbankan dan lembaga keuangan.

Dalam pertemuan itu hadir perwakilan BRI sebagai calon mitra pembiayaan, dengan rencana melibatkan Bank Banten, Bank BJB, serta bank-bank Himbara lainnya.

Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan agar investasi dapat segera direalisasikan.

Nasir menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD.

“Keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi. Pemerintah memiliki keterbatasan anggaran sehingga dukungan perbankan, investasi swasta, dan lembaga pembiayaan menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan industri pengolahan hasil pertanian,” jelasnya.

Skema pembiayaan akan disusun secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek kelayakan usaha, kebutuhan investasi, dan jaminan agar pembiayaan tetap aman bagi seluruh pihak.

PT Lebak Niaga Siap Jadi Offtaker Gabah

Dalam pengembangan hilirisasi tersebut, PT Lebak Niaga (Perseroda) akan memegang peran strategis sebagai offtaker utama gabah petani di Kabupaten Lebak.

Perusahaan daerah itu berkomitmen menyerap hasil panen petani, mengelola Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), mengembangkan penggilingan beras modern, menjaga stabilitas pasokan pangan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan perbankan dalam pengembangan sektor pertanian.

Selain itu, PT Lebak Niaga juga menargetkan perluasan kemitraan dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), peningkatan penyerapan gabah, serta penguatan rantai pasok agar Kabupaten Lebak mampu menjadi sentra produksi beras berkualitas di Provinsi Banten.

PKS Ditargetkan Tuntas Akhir Agustus

Sebagai tindak lanjut pembahasan, pemerintah merencanakan kunjungan ke PT Lebak Niaga untuk mematangkan kerja sama pembiayaan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditargetkan dapat terlaksana pada akhir Agustus atau awal September 2026. Setelah PKS ditandatangani, proses pencairan pembiayaan diharapkan dapat dilakukan sekitar satu minggu kemudian.
Nasir menegaskan bahwa seluruh pihak berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar program berjalan sesuai target.

“Harapan kami, sinergi antara pemerintah daerah, PT Lebak Niaga, perbankan, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat membangun ekosistem hilirisasi perberasan yang kuat. Dengan begitu, surplus gabah yang dimiliki Banten benar-benar memberikan nilai tambah bagi petani, menjaga stabilitas harga beras, mengendalikan inflasi, sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.

Melalui penguatan industri penggilingan modern, dukungan pembiayaan yang terintegrasi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Banten optimistis mampu menjadikan sektor perberasan sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkokoh ketahanan pangan yang berkelanjutan.(Adv)

Share 0 FacebookTwitterWhatsappEmail

You may also like

Diduga Langgar Prosedur dan Terancam Kehilangan Legitimasi: Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Curug Di...

26 Juli 2026

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

23 Juli 2026

Gelar TC Pokja Jaga Desa di GSG DPRD Banten, Ketum SMSI Firdaus Dorong Diversifikasi...

23 Juli 2026

Langkah Nyata SMSI: Pokja News Room Jaga Desa Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Dorong Digitalisasi...

23 Juli 2026

DPRD Kota Serang Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhiyaksa Tahun 2026

22 Juli 2026

Warga Kecam Tumpukan Matrial Yang Menumpuk Sembarang di Pinggir Jalan Raya

18 Juli 2026

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

POPULER

  • Layanan Call Center Bapenda Banten Siap Layani Wajib Pajak

    2 Desember 2024
  • Diduga dianulir, PJ Bupati Maybrat Turut Kampanyekan salah Satu Bacalon Bupati Maybrat

    28 Juni 2024
  • Sesepuh Cerdas K2 Kornelius Kambu Hadiri Deklarasi, Karel Makin Melesat Maju Di Pilkada

    23 Juni 2024
  • Melenial Sorsel Deklarasikan Pasangan Lambert jitmau & Samsudin Anggiluli  Gempar Di Pilgub Papua Barat Daya

    7 Mei 2024
  • Masa Pendukung Dan Sipatisan Dari 9.Kampung Deklarasikan Dukungan Untuk Karel Murafer Di Wilayah Mare Selatan

    22 Mei 2024
Teropong News
  • Home