Tersangka Masker Gugat Kejati

Tersangka Masker Gugat Kejati

SERANG,teropongnews.id-Gugatan praperadilan dilayangkan Lia Susanti, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN95 01 V+ tahun 2020 senilai Rp3,3 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Serang. Gugatan itu dilayangkan untuk menguji keabsahan penetapan kliennya sebagai tersangka oleh Kejati Banten.

Kuasa Hukum Lia, Basuki Utomo mengatakan, perlawanan hukum itu dilakukan lantaran permohonan informasi terkait alat bukti yang menjerat kliennya tidak digubris oleh Kejati Banten. “Saya rasa ini bukan rahasia lagi, karena ini sudah masuk ranah penyidikan bukan lagi penyelidikan. Tim kami sudah datang ke sana (Kejati-red) tapi informasi tetap tidak kunjung diberikan,” kata Basuki dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin (5/7).

Gugatan itu resmi didaftarkan pada Senin pekan lalu. Dia meragukan penetapan kliennya sebagai tersangka telah memenuhi dua alat bukti yang cukup sesuai Pasal 148 KUHAP. “Kami pertanyakan apa dua alat bukti yang dipenuhi? makanya kita uji pengadilan,”ungkap Basuki.

Dilansir http://www.sipp.pn-serang.go.id/index.php/detil_perkara. Gugatan tersebut telah teregister dengan Nomor: 12/Pid.Pra/2021/PN Srg. Sidang terhadap gugatan tersebut rencananya digelar pada Rabu (7/7). “Sidang nya hari Rabu besok. Dalam petitum permohonan kami meminta bahwa persangkaan terhadap diri terhadap klien kami tidak beralasan hukum dan memerintahkan agar klien kami dikeluarkan dari tahanan,” kata Basuki.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Penkum Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan mengaku belum mendapat informasi yang jelas dari gugatan praperadilan tersebut. “Baru dapat dari kabar burung, kami belum mendapat informasi dari pengadilan,” ungkap pria berdarah Batak tersebut.

Saat disinggung mengenai dua alat bukti yang menjadi dasar penetapan tersangka Ivan enggan mengomentarinya. Namun demikian pihaknya siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut. ” Ya kami akan hadapi (gugatan praperadilan-red), ” tutur mantan Kasi Pidum Barito Timur tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *