Laka Kerja Tewaskan Satu Orang, GM ASDP Merak Akui Adanya Kelalaian Kerja

CILEGON,teropongnews.id — Lambatnya pernyataan resmi dari pihak PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak ihwal pemberitaan kecelakaan kerja di Dermaga IV Pelabuhan Merak hingga menewaskan satu orang pekerja dan dua luka-luka membuat Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon melayangkan surat konfirmasi No 054/PWI CLG/IX/2021 kepada pihak ASDP selaku pemberi kerja.

Dalam surat Konfirmasi tersebut Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cilegon mempertanyakan terkait seleksi administrasi tender serta safety berdasarkan amanat UU.

“Alhamdulillah pihak ASDP merespon dan meluangkan waktu untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait laka kerja itu.” ucap Adi Adam Ketua PWI Cilegon di Sekretariat PWI.

Namun Adam menilai masih ada yang belum claer dan perlu kejelasan dari pihak konsultan dan vendor, sehingga informasi yang dihimpun PWI akurat dan tidak setengah-setengah.

“Kita akan konfirmasi lebih lanjut ke pihak konsultan dan vendornya sesegera mungkin.” tambahnya.

Meski demikian, surat konfirmasi yang dilayangkan PWI Kota Cilegon, mendapat respon dari GM PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy didampingi jajaran dan memberikan statemen bahwa laka kerja yang terjadi di Dermaga IV Pelabuhan Merak sudah ditangani pihak kepolisian.

“Terkait kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang pekerja PT Hydropower Technology itu sudah ditangani pihak kepolisian, jadi kita tunggu saja hasilnya”, ungkap Hasan Lessy, di Kantor ASDP, Rabu 08/09/21.

Hasan pun mengakui adanya kelalaian dari pihak Konsultan (PT. Gakesa Prakasa) yang ditunjuk oleh pihak PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.

“Kalau kami (ASDP-Red), sudah menunjuk PT. Gakesa Prakasa sebagai Konsultan pembangunan renovasi ini, kami (ASDP-Red) sifatnya hanya menerima laporannya saja, tidak turun langsung kelapangan. Menurut saya pihak Kontraktor yaitu PT Cipta Hydropower dan pihak Konsultannya PT. Gakesa Prakasa lalai, kalaupun pihak pengawas sedang tidak berada di lokasi, seharusnya ada orang yang standby dan mengawasi pekerjaan tersebut, jangan ditinggalin begitu saja”, ungkap Hasan Lessy(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *