Jaro Saija: Pernyataan Mereka itu Bohong, Hoax, Menyangkal Video Seret Nama Baduy

Jaro Saija: Pernyataan Mereka itu Bohong, Hoax, Menyangkal  Video Seret Nama Baduy

SERANG,teropongnews.id – Beredarnya video dari Aliansi Mahasiswa Penjaga Kelestarian Alam dan Budaya yang membawa nama Baduy, terkait adanya tudingan kerusakan lingkungan di Baduy dikecam tokoh lembaga adat Baduy, melalui Jaro Pamarentah, Jaro Saija.
Menurut Saija, pernyataan mahasiswa Jakarta dan Bogor yang viral di media sosial itu tidak benar alias bohong.

“Kami tidak suka dan tidak senang nama Baduy dibawa-bawa. Saya juga tidak kenal dengan pembuat pernyataan (mahasiswa) itu karena mereka belum pernah datang ke Baduy. Apalagi persoalan di Gunung Liman yang ada di luar Tanah Ulayat Baduy itu sekarang sudah aman, tertib dan tidak ada lagi (penambang liar).
Kami sering melakukan kontrol bersama Pak Kapolsek Cirinten dan Kapolsek Leuwidamar,” kata Saija dalam pernyataannya yang direkam oleh pendamping Komunikasi Adat Baduy, Uday Suhada di rumah dinasnya di kampung Babakan Kaduketug, Desa Kanekes, Minggu (18/7).
Saking kesalnya, Jaro Saija juga menyebut bahwa pernyataan mahasiswa itu fitnah. “Pernyataan mereka itu bohong, hoax,” tegasnya.

Lebih jauh Saija menyayangkan mahasiswa Jakarta dan Bogor itu menuding Kapolda Banten tidak bisa menjaga lingkungan adat di Baduy, dan menilai tudingan itu tidak mendasar lantaran masyarakat Baduy dengan Kapolda Banten sangat dekat. “Kami justru sangat berterima kasih kepada Pak Kapolda Banten Jenderal Rudy. Kami sampai diundang ke rumah dinasnya waktu kami selesai acara Seba Baduy Mei 2021 lalu,” terang Saija.

Pendamping Komunikasi Adat Baduy Uday Suhada menambahkan, beredarnya video mahasiswa di medsos sangat tidak sesuai fakta di lapangan. “Statement mereka tidak berdasar. Menyebut di Tanah Ulayat Baduy terjadi kerusakan, itu ngaco. Kalau tidak tahu, jangan asal bicara. Apalagi dikaitkan dengan Kapolda Banten yang dianggap tidak mampu menjaga kelestarian alam di Baduy, dimana korelasinya?” beber Uday.

Uday yang juga pegiat antikorupsi ini menilai bahwa statement mereka yang mengaku mahasiswa dari delapan perguruan tinggi itu berbau fitnah. “Saya lihat statement itu tidak menunjukkan ciri khas statement dari kalangan akademik, yang malah mengandung fitnah. Kalau tidak tahu persoalan, mending tanya dulu ke Lembaga Adat Baduy. Jangan seenaknya menyebar statement,” tegasnya.

Karena itu, Uday meminta mahasiswa yang telah membuat pernyataan agar segera meminta maaf ke lembaga adat Baduy. “Jangan sampai para tokoh adat marah. Sebaiknya saudara Ricci Ricardo cs (koordinator mahasiswa) minta maaf ke Lembaga Adat Baduy atas kegaduhan yang mereka buat itu, atau kami membawa masalah ini ke jalur hukum,” ancam Uday. (Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *